Terkenal Sarang Narkoba, Kampung KB Desa Tuntungan II Kini Lebih Sejahtera

Aktifitas warga Dusun IV Desa Tuntungan II, Kecamatan Pancurbatu Kabupaten Deliserdang di lokasi budidaya rumput hias. Diketahui sebelum dicanangkan sebagai Kampung KB, Dusun IV, Desa Tuntungan ini terkenal sebagai lokasi peredaran narkoba. (orbitdigitaldaily.com/Diva Suwanda)

Suriono menerangkan, maksimalnya penggunaan Dana Desa untuk pengembangan masyarakat Desa Tuntungan II tidak terlepas dari penyuluhan-penyuluhan sejak desa itu dicanangkan sebagai Kampung KB.

Perwakilan BKKBN Provinsi Sumut dan Dinas Pengendendalian Penduduk KB dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (P2KB dan P3A) Deliserdang, kata Suriono, berhasil mengedukasi masyarakat melalui program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).

“Jadi semenjak desa kami dijadikan Kampung KB, pola pikir masyarakat berubah. Lebih perpendidikan. Mulanya saya sempat dimarahi ulama ketika desa kami ini akan dicanangkan sebagai kampung. Nah, pemikiran masyarakat soal KB itu masih sebatas membatasi jumlah kelahiran anak. Jadi saya terangkan di dalamnya ada sejumlah penyuluhan-penyuluhan bagaimana menciptakan keluarga yang sejahtera selain mengatur jumlah dan jarak kelahiran saja,” kisahnya.

“Jadi bagaimana masyarakat didik punya anak cukup tapi hidup sejahtera. Ketimbang punya anak lebih dari dua tapi hidup menderita,” tambahnya.

Diketahui Desa Tuntungan II memiliki empat dusun dengan jumlah kuranglebih 5000 orang. Desa Tuntungan II sempat mendapat stigma, daerah gelap peredaran narkoba.

Paling parah, kata Suriono, Dusun IV. Pemuda di sana banyak yang terjerumus dengan peredaran narkoba.

Namun, dengan adanya Kampung KB saat ini stigma itu agaknya bisa ditepis. Masyarakat dan pemuda di Dusun IV sekarang lebih produktif.

Dana Desa sekarang lebih bisa dimanfaatkan menurut Suriono. Hal ini tidak terlepas dari penyuluhan-penyuluhan Kampung KB.