Tim Tabur Kejati Sumut Amankan Terpidana Penipuan Rp5,7 M di Capital Building

Terpidana Sri Palmen Siregar digiring jaksa eksekutor ke Rutan Tanjung Gusta Medan (ist)

MEDAN | Tim tangkap buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan Kejaksaan Negeri Medan mengamankan Sri Palmen Siregar, seorang terpidana penipuan di areal parkir Basement Capital Building, Jalan Putri Hijau Medan, Selasa (9/7/2024) malam

Sri Palmen Siregar merupakan salah satu incaran di antara buronan yang masuk daftar pencarian orang (DPO) Kejati Sumut lantaran merugikan korban Alex Purwanto selaku Direktur PT Cinta Raja Alex Purwanto sebesar Rp5.732.650.000.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Idianto melalui seorang Koordinator Intel Yos A Tarigan, didampingi Kasi A Indra Hasibuan menyampaikan terpidana ditetapkan DPO sejak 6 bulan lalu lantaran mengabaikan pemanggilan JPU Kejari Medan.

“Setelah di cek ke alamat terpidana, tidak berada di tempat dan dilakukan pelacakan hingga ditetapkannya DPO. Lalu, terpidana terdeteksi di areal parkir Capital Building Medan dan saat diamankan tidak melakukan perlawanan” kata Yos A Tarigan, Rabu(10/7/2024)

Yos dalam keterangan tertulis menyebut salinan putusan tingkat kasasi Mahkamah Agung RI, terpidana Sri Palmen Siregar terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang mengakibatkan kerugian materil sebesar Rp5,7 miliar terhadap korbannya.

“Terpidana Sri Palmen Siregar pada tingkat Pengadilan Negeri Medan terbukti melakukan penipuan tetapi tingkat Pengadilan Tinggi Medan dinyatakan tidak terbukti. Kemudian, JPU Kejari Medan melakukan upaya hukum kasasi sampai akhirnya pada tingkat kasasi Mahkamah Agung RI menyatakan terpidana terbukti bersalah dan diganjar hukuman penjara selama 3 tahun kurungan,” jelas Yos A Tarigan mantan Kasi Penkum Kejati Sumut.

Setelah serah terima dengan jaksa eksekutor atau JPU Kejari Medan Eviyanti Panggabean, terpidana langsung diantar ke Rutan Tanjung Gusta Medan untuk menjalani Putusan MA Nomor: 1016 K/PID/2023, tanggal 28 Agustus 2023.

Diketahui kasus ini bermula antara korban Alex Purwanto selaku Direktur PT. Cinta Raja berkenalan dengan Sri Falmen, tepatnya 19 Mei 2022, dan sepakat membuat perjanjian kerjasama.

Mengutip dakwaan JPU, akhirnya perjanjian kerjasama itu tidak sesuai kenyataan padahal sebelumnya Sri Falmen mengaku bisa mengerjakan audit Ketenagakerjaan dalam rangka menunjang kinerja dan efektivitas usaha.

Lalu, korban meminta saksi Pratiwi Eka melengkapi bukti-bukti penyerahan uang kepada Sri Falmen Siregar dan totalnya sebanyak Rp5.732.650.000. Selanjutnya, korban Alex Purwanto melaporkan Sri Palmen Siregar(37) warga Jalan Kutilang, Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai ke Polrestabes Medan.

Reporter : Toni Hutagalung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *