Ketiga Guru Besar yang dikukuhkan memiliki segudang prestasi yang membangakan, baik di dunia akademik maupun di tengah-tengah masyarakat. Misalnya Prof Nurlisa yang pernah terpilih menjadi Women Of The Year Institution of Appreciation of Indonesia & Studio Seven Production tahun 1999. Sedangkan Prof Rikson Asman banyak mendapat penghargaan atas penelitiannya mengenai sel bahan bakar hidrogen dan Prof Noni di bidang paru-paru dan pernapasan.
Karena itu, Edy Rahmayadi meminta kepada para Guru Besar untuk terus berkontribusi menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat dan juga dunia pendidikan. “Prestasi Guru Besar kita luar biasa, dan kontribusi bapak ibu sekalian sangat dinanti masyarakat kita, terutama untuk menyelesaikan permasalahan di tengah-tengah masyarakat kita,” ungkap Edy Rahmayadi.
Sementara itu, Rektor USU Muryanto Amin menegaskan tiga hal penting yang perlu diperhatikan Guru Besar ke depannya. Pertama, pengajaran harus berbasis riset terbarukan, kedua Guru Besar harus menjadi pelopor keilmuan yang mampu memberikan solusi dan memecahkan berbagai macam masalah lintas keilmuan, dan ketiga memanfaatkan kemajuan teknologi informasi.
“Ketiga insight yang saya sebutkan tadi itu harus dilakukan secara terus-menerus agar mempercepat pengambilan keputusan yang tepat berupa rekomendasi dan melaksanakan kebijakan teknis membantu pemerintah, pelaku industri dan komunitas secara bersama-sama,” kata Muryanto Amin.
Hadir pada pengukuhan ini Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting, Mantan Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi dan sejumlah akademisi Sumut. Hadir juga tokoh masyarakat seperti RE Nainggolan, tokoh-tokoh agama dan juga mahasiswa. (Red)







