Medan  

Wali Kota Medan Fokuskan OTG Untuk Jalani Isolasi di Isoter

“Isolasi Terpusat ini pasien tidak dikurung, malahan pasien dapat memanfaatkan fasilitas kebugaran di lantai 5 gedung, baik itu tempat gym dan lapangan basket dan tenis yang akan dikhususkan untuk berjemur” Jelas Bobby Nasution.

Dijelaskan Bobby Nasution bangunan Isolasi Terpusat ini terdiri dari 12 lantai dengan kapasitas 247 kamar. Karena bangunan ini bekas hotel jadi jenis kamar berbeda-beda, sehingga ini akan dimanfaatkan untuk pasien yang satu keluarga melakukan isolasi bersama di satu kamar. “Meskipun kapasitas 247 kamar, namun satu kamar bisa menampung lebih dari dua orang jika masih dalam satu keluarga,” Tutur Bobby Nasution sembari menjelaskan biaya di Isolasi Terpusat ini gratis.

Bobby Nasution juga menjelaskan kriteria yang diutamakan bagi warga yang akan menjalankan isolasi mandiri di Isolasi Terpusat adalah warga yang bergejala ringan dan sedang. Terutama Orang Tanpa Gejala (OTG), karena OTG sangat berpotensi menyebarkan Virus Covid-19. Sebab warga yang OTG hanya sehari atau dua hari menjalani isolasi mandiri dirumah, Selain itu karena merasa dirinya sehat warga yang OTG tersebut dikhawatirkan akan beraktifitas diluar rumah.

“Karena gak ada bedanya OTG dengan orang yang tidak terpapar maka kita fokuskan OTG untuk menjalani isolasi mandiri di Isolasi Terpusat ini. Dengan begitu kita berharap dapat memutuskan mata rantai penyebaran Virus Covid-19,” ujar Bobby Nasution

Selanjutnya Bobby Nasution mengungkapkan seluruh masyarakat kota Medan yang ingin mendapatkan perawatan medis dan menjalani isolasi mandiri dapat mendaftarkan diri. Artinya masyarakat dapat mendaftarkan melalui call center yang telah disediakan.

Terkait dengan penyekatan, Bobby Nasution menjelaskan perlahan-lahan akan kita buka khususnya di inti Kota. Hal ini bukan karena tidak efektif namun sejalan dengan peraturan PPKM level 4 yang mengizinkan boleh makan ditempat selama 20 menit dan jam operasional sampai pukul 21:00 Wib.

“Bersama Forkopimda telah sepakat, jika PPKM level 4 diperpanjang maka akan disesuaikan dengan peraturan yang ada agar lebih efektif. Untuk hukuman warga yang melanggar Prokes, Pemko Medan akan melakukan Swab Antigen jika reaktif dan di tes PCR positif maka warga tersebut akan menjalani isolasi mandiri di Isoter,” Imbuh Bobby Nasution didampingi Sekda Wiriya Alrahman dan Segenap Pimpinan OPD, diantaranya Khairul Syahnan, Asisten Umum Renward Parapat, Kadis Kesehatan dr Syamsul Nasution, Kepala BPBD Arjuna Sembiring, Kasat Pol PP M Sofyan dan Plt Kadis Kominfo Mansyur Syah.

Terakhir Bobby Nasution berharap pasien yang masuk dan menjalani isolasi mandiri di Isoter jangan lama-lama disini, artinya cepat pulih. Guna mewujudkan hal tersebut, pada Isoter ini Pemko Medan berkolaborasi dengan Rumah Sakit Royal Prima untuk penanganan yang lebih profesional. “Nantinya pasien yang ada di Isoter ini akan mendapatkan pelayanan medis, kebutuhan gizi dan metode yang baik dari tenaga kesehatan profesional agar dapat segera pulih dari Covid-19,” tutur Bobby Nasution.

Sementara itu Plt Kadis Kesehatan dr Syamsul Nasution menjelaskan setelah beroperasi tempat Isolasi Terpusat ini, baru satu orang pasien yang masuk dan langsung disaksikan Wali Kota Medan. Selain itu ada 10 pasien umum yang telah mendaftar secara pribadi dan salah seorang ASN juga direncanakan akan masuk ke Isoter. “Saat ini Isoter lebih mengutamakan Warga yang ber KTP Medan,” jelasnya.cr-04