TAPSEL | Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot meninjau langsung ketersediaan dan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Pada kesempatan itu wamen sekaligus menyerap pengalaman masyarakat yang telah menggunakan biodiesel B50 dalam aktivitas sehari-hari.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kelancaran pasokan BBM sekaligus mengevaluasi implementasi program mandatori B50 yang telah diterapkan secara nasional, termasuk dampaknya terhadap performa kendaraan yang digunakan masyarakat.
“Kita mengecek pasokan BBM yang ada di seluruh daerah, dan saya lihat pasokan BBM cukup lancar. Selain mengecek kelancaran BBM, kita juga ingin melihat implementasi B50, kita harus mengecek bagaimana penerapannya di lapangan,” ujar Yuliot dalam keterangan yang diterima dari Jakarta, Sabtu.
Dalam kunjungan tersebut, Yuliot berdialog dengan sejumlah pengguna B50 yang mengandalkan kendaraan diesel untuk mencari nafkah.
Tidak Masalah
Salah satunya Nainggolan (47), pengemudi pik-up pengangkut ikan asin, yang mengaku tidak mengalami kendala pada mesin kendaraannya sejak menggunakan B50.
“Usai memakai B50, sama saja, tidak ada masalah apa-apa pada mesin. Lancar-lancar saja,” kata Nainggolan.
Pengalaman serupa disampaikan Herwin Siregar (47), pengemudi angkutan umum rute Medan-Sipahutar yang telah delapan tahun menggunakan kendaraan Mitsubishi L300 untuk melayani penumpang.
Ia mengatakan kendaraannya tetap beroperasi normal dengan B50. Setiap hari, Herwin menempuh perjalanan sekitar enam jam dengan biaya bahan bakar sekitar Rp450 ribu.
“Saya sudah lama menggunakan Biosolar untuk mobil angkutan saya Mitsubishi L300 jurusan Medan ke Sipahutar. Setiap hari saya isi Rp450 ribu untuk perjalanan enam jam. Aman di mesin, hanya ada sedikit perbedaan kalau di jalan yang menanjak,” ujarnya.
Pengalaman para pengemudi tersebut menjadi salah satu indikator awal pelaksanaan program B50 di tingkat pengguna. Pemerintah menilai masukan langsung dari masyarakat penting untuk melengkapi evaluasi implementasi kebijakan, selain memastikan distribusi bahan bakar berjalan lancar.
Peninjauan di SPBU 14.227.322 Sipirok juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan ketersediaan pasokan BBM sekaligus mengawal pelaksanaan mandatori B50 agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.
Kunjungan ke SPBU tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda kerja Yuliot di Sumatera Utara. Sebelumnya, ia bersama rombongan meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru, kemudian melanjutkan kunjungan ke fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla. Ant







