“Potensi ini dalam waktu cukup lama belum termanfaatkan secara baik. Oleh karena itu, penting sekali untuk mengembalikan salah satu fungsi masjid sebagai media pemberdayaan ekonomi umat. Apalagi bahwa kita sama-sama punya niat dari segala aspek dan berkomitmen untuk membangun kembali kota Tanjungbalai sebagai Kota Ulama. Hampir 75% Musholla dijadikan menjadi Masjid. Bahkan membebaskan lahan untuk menjadikan Masjid. Inikan sudah nampak pertanda, bahwa umat Muslim di Tanjungbalai ini sudah peduli dengan Masjid,” ujar Waris.
Dalam kesempatan itu, Plt Wali Kota juga menyampaikan ikhtiar pihaknya untuk mewujudkan visi religius di Kota Kerang. Tentang pentingnya pembangunan keimanan dengan cara berpikir generasi yang dinamis dalam jangka panjang membangun kembali peradaban Islam.
“Masih banyak anak-anak Muslim kita yang belum hafal ayat suci Al-Qur’an. Kedepan Pemkot Tanjungbalai terus mendorong agar menjamurnya Rumah Tahfiz Qur’an dan pesantren di Kota Tanjungbalai. Kita bisa membawa anak-anak kita untuk belajar membaca Ayat suci Al-Qur’an supaya anak kita terhindar dari segala bentuk kejahatan dan kemunkaran.
Termasuk pentingnya pembangunan Pesantren yang banyak di Tanjungbalai. Sudah ada Ponpes yang akan berdiri yang sudah diletakkan batu pertamanya di Kelurahan Selat Lancang. Ada juga tanah PT Arcaco yang ada di kelurahan Sei Raja untuk dijadikan pesantren berikutnya. Mohon dukungan kita bersama,” tutupnya.crd-02







