Aceh  

350 Rumah Hanyut, Desa Geudeumbak Hampir Dinyatakan Hilang

Sejumlah warga desa Geudumbak Kec. Langkahan Aceh Utara, mencoba mengangkat sepeda motornya yang tertimbun oleh material Kayu. Minggu (21/12/2025) Orbitdigital/Iwan gunadi

ACEH | Banjir Besar yang terjadi beberap pekan lalu di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara menghancurkan  kurang lebih  359 rumah yang rata dengan tanah serta ditutupi gelondongan kayu dan menyisakan 41 tempat tinggal.

Desa di Kecamatan Langkahan tersebut berubah menjadi lautan kayu beragam ukuran. Di beberapa titik, tumpukan kayu hampir mencapai atap rumah, sehingga beberapa rumah turut tertimbun material kayu.

Gampong (Desa) itu nyaris rata dengan tanah dari sekitar 400 unit rumah warga, hanya 41 unit yang masih terlihat bekasnya. Selain kerusakan fisik bangunan, enam warga dikabarkan meninggal dunia dan jenazahnya sudah diketemukan. Keterangan warga dua orang lagi, hingga kini belum ditemukan.

Meunasah menjadi saksi pengungsi banjir bandang yang menghanyutkan 350 lebih rumah warga di desa Geudumbak kecamatan Langkahan Aceh Utara. Minggu (21/12/2025) Orbitdigital/Iwan Gunadi

Dari amatan Harian Orbit, pada Minggu (21/12) dua unit ekskavator terlihat membersihkan tumpukan kayu untuk membuka akses jalan yang tertimbun material kayu. Sementara bantuan logistik terus berdatangan dan pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) melakukan pemasangan jaringan kabel agar listrik bisa kembali normal.

Memasuki Gampong Geudeumbak  Kecamatan  Langkahan di sepanjang jalan terlihat tenda pengungsian. Bangunan rumah warga hancur lebur.

Fikri Ardiansyah (18)  yang rumahnya tidak luput dari terjangan banjir menceritakan posisi  titik lokasi bangunan rumah warga yang tertimbun di Aceh Utara .

“Disitu ada dua rumah dan disana ada satu total 5 rumah tertimbun., warga yang hanyut ada 14 orang disaat kejadian. 6 orang dinyatakan meninggal dunia” ujar fikri

Sementara Ridwan (46) warga lainnya mengatakan air naik dengan deras membawa Material kayu yang menghanyutkan 350 rumah di Desa Geudeumbak

“Waktu itu air deras naik sore pada hari Rabu dengan ketinggian 4,5 meter membawa kayu semua.Rumah hanyut peralatan rumah juga serta kendaraan semuanya hanyut. Kami mengungsi ke  Meunasah ada sekitar 300 orang lebih selama 4 hari. Kayu gelondongan ini dibawa air banjir dari atas atau hulu sungai. Kepala Keluarga di kampung Geudeumbak ada 500 an.Rumah warga sekitar 400, 350 nya hanyut dibawa arus Banjir,” terangnya.

Warga di Geudeumbak juga telah mendapat  bantuan hingga Ridwan berharap semua lekas pulih dan memohon agar mendapatkan bantuan dalam pembangunan  unit rumah sederhana tidak harus mewah.(OM/011)