ACEH | Banjir Besar yang terjadi beberap pekan lalu di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara menghancurkan kurang lebih 359 rumah yang rata dengan tanah serta ditutupi gelondongan kayu dan menyisakan 41 tempat tinggal.
Desa di Kecamatan Langkahan tersebut berubah menjadi lautan kayu beragam ukuran. Di beberapa titik, tumpukan kayu hampir mencapai atap rumah, sehingga beberapa rumah turut tertimbun material kayu.
Gampong (Desa) itu nyaris rata dengan tanah dari sekitar 400 unit rumah warga, hanya 41 unit yang masih terlihat bekasnya. Selain kerusakan fisik bangunan, enam warga dikabarkan meninggal dunia dan jenazahnya sudah diketemukan. Keterangan warga dua orang lagi, hingga kini belum ditemukan.
Dari amatan Harian Orbit, pada Minggu (21/12) dua unit ekskavator terlihat membersihkan tumpukan kayu untuk membuka akses jalan yang tertimbun material kayu. Sementara bantuan logistik terus berdatangan dan pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) melakukan pemasangan jaringan kabel agar listrik bisa kembali normal.
Memasuki Gampong Geudeumbak Kecamatan Langkahan di sepanjang jalan terlihat tenda pengungsian. Bangunan rumah warga hancur lebur.
Fikri Ardiansyah (18) yang rumahnya tidak luput dari terjangan banjir menceritakan posisi titik lokasi bangunan rumah warga yang tertimbun di Aceh Utara .
“Disitu ada dua rumah dan disana ada satu total 5 rumah tertimbun., warga yang hanyut ada 14 orang disaat kejadian. 6 orang dinyatakan meninggal dunia” ujar fikri
Sementara Ridwan (46) warga lainnya mengatakan air naik dengan deras membawa Material kayu yang menghanyutkan 350 rumah di Desa Geudeumbak
“Waktu itu air deras naik sore pada hari Rabu dengan ketinggian 4,5 meter membawa kayu semua.Rumah hanyut peralatan rumah juga serta kendaraan semuanya hanyut. Kami mengungsi ke Meunasah ada sekitar 300 orang lebih selama 4 hari. Kayu gelondongan ini dibawa air banjir dari atas atau hulu sungai. Kepala Keluarga di kampung Geudeumbak ada 500 an.Rumah warga sekitar 400, 350 nya hanyut dibawa arus Banjir,” terangnya.
Warga di Geudeumbak juga telah mendapat bantuan hingga Ridwan berharap semua lekas pulih dan memohon agar mendapatkan bantuan dalam pembangunan unit rumah sederhana tidak harus mewah.(OM/011)







