649 Lulusan UIN SU Diwisuda Secara Virtual, Rektor: Wisuda Adalah Keharusan

oleh -73 views

MEDAN – Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) menggelar wisuda kepada 649 lulusannya secara virtual.

Hal ini dilakukan karena pandemi Covid 19, masih merebak dan belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir, khususnya di Kota Medan ini serta larangan melakukan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang serta mengedepankan protokol kesehatan agar dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Wisuda konvensional tidak mungkin dilakukan karena melanggar protokol kesehatan yang telah ditetapkan dan harus dipatuhi. Tujuannya tentu saja agar kita dapat memutus mata rantai penyebaran covid 19. Dan satu sisi wisuda adalah satu keharusan dan menjadi prasyarat bagi terbitnya ijazah, untuk selanjutnya diserahkan kepada seluruh wisudawan,” kata Rektor UIN SU TGS Prof Dr H Saidurrahman MAg pada Wisuda Sarjana yang ke-73 UIN Sumatera Utara tahun 2020, yang  dilaksanakan secara virtual, di Gedung Aula Kampus II UIN SU, Senin (29/6/2020).

Hadir para Wakil Rektor, Direktur Pascasarjana, dekan se UIN SU, MUI Sumut, Presiden Alumni UIN SU TGB Dr Syekh Ahmad Sabban Rajagukguk serta civitas akademika UIN SU.

Disamping itu, lanjutnya, sebagai PTKIN terunggul di Sumatera, UINSU Medan juga dituntut untuk mengembangkan kreatifitas dan inovasinya.

Salah satunya secara keseluruhan terkhusus dosen-dosennya dituntut untuk melek digital atau literasi digital agar proses perkuliahan bisa berjalan.

Rektor menyebutkan dalam kuliah daring mendapatkan banyak pelajaran berharga. Salah satu yang terpenting adalah, literasi digital atau melek digital menjadi sebuah keniscayaan.

Perkembangan ke depan, di semua ranah kehidupan baik itu sosial, ekonomi, politik, literasi digital menjadi satu keniscayaan. Artinya, jika ingin eksis di masa depan, kemampuan digital atau melek digital menjadi satu syarat.

Sisi lain dari pandemi Covid 19 ini, sarjana UINSU juga diminta perannya sesuai dengan bidang ilmu dan keahliannya masing-masing.

Bagi fakultas agama, apakah Ushuluddin, Dakwah, Tarbiyah, Syari’ah bahkan FIS dituntut untuk aktif membangun kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, cuci tangan dan menjaga jarak.

Kata rektor, hal ini merupakan wujud dari UIN SU tersebut yakni Ulul Albab, Islamis dan Nasionalis. Ulul Albab merupakan kemampuan untuk memilah dan memilih informasi, pemikiran dan mengambil yang bermanfaat serta memiliki ketajaman mata hati yang membuatnya peka terhadap realitas sosial dan selalu terhubung  dengan Tuhan.

Islamis adalah komitmen yang dimiliki sarjana UINSU untuk senantiasa berpedoman kepada Al-Qur’an dan Hadist serta Nasionalis menegaskan komitmen UINSU terhadap NKRI dan Pancasila tidak perlu diragukan lagi.

Prof Saidurrahman menambahkan, saat ini UIN SU sedang mempersiapkan program-program besar dalam rangka persiapan  menuju Universitas Kelas Dunia.

Gagasan besar dan sedang berproses itu adalah, Pola pendidikan Ma’had yang akan  diterapkan pada tahun ajaran baru.

Pola ini adalah pilihan yang paling mungkin dan sekaligus prospektif, jika kita berkomitmen untuk meningkatkan mutu lulusan UINSU Medan sehingga dapat berkiprah dan bersaing di pentas global.

Sementara itu 649 wisudawan tersebar dalam 8 fakultas serta 1 Program Pascasarjana dengan rincian 45 orang dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi, 94 orang dari Fakultas Syariah dan Hukum, 176 orang Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 34 orang Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, 178 orang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan Bisnis, 2 dari Fakultas Ilmu Sosial (FIS), 6 orang dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), 48 orang dari Fakultas Sains dan teknologi (FST), 63 orang untuk program pascasarjana. Dengan jumlah wisudawan ini, UIN SU telah mewisuda 49.624 alumni yang saat ini telah berkiprah di tengah-tengah masyarakat dalam berbagai kehidupan.

Reporter: Amirul Tanjung