Pj Bupati Abdya H. Darmansah didampingi Wakil Ketua DPRK Abdya, Syarifuddin, Hendra Fadli dan Anggota Zulpan, Zulkarnain, Yusran, Ikhsan, Kapolres Abdya AKBP Dhani Catra Nugraha meninjau erosi di Alue Beuriyeung, Gampong Kuta Jeumpa,dan Krueng Babahrot
ABDYA | Pejabat (Pj) Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) H Darmansah SPd MM meninjau lokasi erosi di Alue Beuriyeung, Gampong Kuta Jeumpa, Kecamatan Jeumpa, yang kian mengancam perkebunan warga setempat, Jumat (4/11/2022).
Pantauan awak media, peninjauan Pj Bupati Darmansah ikut didampingi Wakil Ketua DPRK Abdya, Syarifuddin, Hendra Fadli dan Anggota Zulpan, Zulkarnain, Yusran, Ikhsan, Kapolres Abdya AKBP Dhani Catra Nugraha, Waka Polres Kompol Muhayat Efendi, Asisten, para kepala SKPK, serta sejumlah kabid pada dinas terkait.
Pj Bupati Abdya H Darmansah SPd MM mengatakan, persoalan erosi di Alue Beuriyeung segera ditangani, mengingat kondisi itu bisa mengancam lahan perkebunan warga.
“Persoalan abrasi Alue Beuriyeung segera kita tangani dengan dana tanggap darurat kabupaten. Intinya, persoalan abrasi ini kita upayakan segera teratasi,” ucap Darmansah. Kamis (3/11/2022).
Selanjutnya, setelah melakukan peninjauan abrasi di Alue Beuriyeung, Pj Bupati Abdya Darmansah bersama rombongan menuju ke lokasi irigasi Lhueng Bak Ara, Krueng Panto dan irigasi Pantoe Teungku, Kota Bahagia, Kecamatan Kuala Batee.
Sesampai di lokasi, Pj Bupati disambut oleh keuchik dan masyarakat gampong setempat. Kepada Pj , mereka menyampaikan bahwa irigasi di dua gampong tersebut sudah mengalami rusak parah. Masyarakat meminta agar kedua irigasi tersebut segera dibangun kembali guna aliran air lancar mengaliri ke persawahan warga.
“Insya Allah, untuk pembangunan irigasi ini akan kita usulkan dalam APBK tahun 2023 mendatang,” sebutnya.
Kemudian, setelah meninjau dua irigasi tersebut, PJ Darmansah bertolak ke Dusun Teladan, Simpang Gadeng, Kecamatan Babahrot. Di lokasi itu, dia dan rombongan disambut perangkat gampong serta masyarakat di tengah guyuran hujan lebat.
Kepada Darmansah, warga mengeluhkan kondisi Krueng Babahrot yang kian dekat dengan pemukiman warga disebabkan erosi terus meluas. Selain itu, pohon sawit milik masyarakat juga sudah mulai ambruk ke sungai akibat erosi tersebut.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka dikhawatirkan pemukiman dan kebun warga akan semakin terancam.
“Untuk erosi Krueng Babahrot ini kita akan usulkan ke pemerintah provinsi. Karena ini memerlukan anggaran besar. Tapi untuk penanggulangan pemindahan aliran sungai, jika dihitung anggarannya cuma Rp200 juta, itu bisa kita gunakan APBK,” ujar Darmansah.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRK Abdya Hendra Fadli disela-sela peninjauan Krueng Babahrot bersama Pj Bupati Abdya serta sejumlah anggota DPRK mengatakan, persoalan erosi tersebut harus segera ditangani secara serius oleh pihak terkait, terutama Pemerintah Aceh selaku yang memiliki kewenangan.
Hendra juga meminta kepada kawan-kawan di DPR Aceh terutama dapil 9 agar menyuarakan persoalan ini, sehingga masalah erosi Krueng Babahrot cepat teratasi, demikian pungkasnya.
Reporter : Nazli







