Kejati Aceh Diminta Usut Proyek Diduga “Siluman” Kencong Belong

Proyek pembangunan drainase di Desa Simpang Empat Kota Fajar Aceh Selatan dengan anggarannya Rp1,38 miliar karena dinilai dikerjakan asal jadi alias kencong belong

ACEH SELATAN | Koordinator For-PAS T. Sukandi menyatakan, pembangunan drainase di Desa Simpang Empat Kota Fajar Aceh Selatan dengan anggarannya Rp1,38 miliar karena dinilai dikerjakan asal jadi alias kencong belong.

Pekerjaan pembangunan drainase ini sejak awal dikatakan banyak pihak proyek siluman dikarenakan pekerjaan tidak mempunyai Boplang atau papan nama pekerjaan

Mirisnya, tidak ada Boplang yang dicantumkan keterangan nama pekerjaan, volume pekerjaan, jumlah anggaran pekerjaan, sumber anggaran dan siapa kontraktor pelaksanaan pekerjaannya sehingga masyarakat tidak dapat mengetahui pembangunan apa yang sedang dikerjakan, ujar Sukandi.

“Maka dengan tidak adanya boplang tersebut masyarakat di Kota Fajar Kluet Utara merasa aneh dan bertanya-tanya, seakan diibaratkan proyek ini tiba-tiba jatuh dari langit,” ucapnya.

Ternyata usut punya usut di antara masyarakat banyak juga mengetahui informasi tentang proyek tersebut secara diam-diam dengan menduga-duga serta berbisik-bisik mengatakan, ini adalah proyek siluman yang waktu pekerjaannya diam-diam di malam hari.

Bahkan ada yang membisikkan diduga proyek ini milik oknum anggota DPRA, orang yang dianggap paling kuat pengaruhnya di Aceh Selatan. Oknum tersebut menurut infrmasi punya anak buah banyak dan siap kapan saja menyingkirkan siapa saja yang menghalangi pekerjaan mereka, terang Sukandi.

Perbincangan membahas tentang info proyek siluman di Kota Fajar yang sudah menjadi pembicaraan luas masyarakat Aceh Selatan maupun di luar Aceh Selatan yang telah memakan korban penganiyaan seorang awak media gegara memberitakan proyek siluman tersebut.

Pekerjaan bangunan drainase ini bagaikan “ular yang sedang melata di jalan raya”

Tak Ada Laporan

Berkaitan dengan proyek diduga siluman tersebut, para wartawan yang dikomandoi oleh Yunardi, Ketua PWI Aceh Selatan dengan segala kesadaran dalam mengemban tugas dan kewajibannya sebagai Jurnalis bersepakat selepas Shalat Jumat (19/1/2024) turun ke lapangan melakukan investigasi meninjau lokasi proyek yang diduga siluman itu secara langsung

Para Jurnalis turun ke lapangan lokasi proyek didapati fakta akurat bahwa secara kasat mata terlihat pekerjaan bangunan drainase ini bagaikan “ular yang sedang melata di jalan raya”

Tentu para awak media sebelumnya telah mempersiapkan Mata Lensa Camera mereka untuk mendokumentasikan semua apa yang ada yang terlihat berkaitan dengan proyek yang dinilai amburadul dan asal jadi ini.

Terkait buki bukti pendukung tersebut, Sukandi meminta Kejati Aceh untuk mengusut tuntas paket proyek siluman yang diduga berasal dari Pokir anggota DPR Aceh tersebut.

Hasil pantauan dari pada proyek tersebut oleh awak media secara terpisah, Camat Kluet Utara Mukhlis Anwar mengatakan, terkait pembangunan proyek tersebut mengaku tidak tahu, dikarenakan pihak rekanan atau pekerja tidak pernah melaporkan.

“Pekerjaan tersebut tidak ada pemberitahuan kepada kita selaku camat setempat,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Keuchik Gampong Kotafajar, Tgk Sudirman mengatakan ia juga tidak pernah mendapatkan laporan terkait pekerjaan proyek drenase tersebut.

“Kita tidak ada diberitahukan masalah proyek drenase itu mungkin karena pekerjaannya lebih banyak ke Gampong Simpang Empat. Terkait papan nama pekerjaan dari awal pekerjaan hingga akhir saya tidak pernah melihat,” pungkasnya.

Reporter : YUNARDI.M.IS