MEDAN | Gramedia Pustaka Utama kembali gelar Pesta Literasi Indonesia di tahun 2025, bertajuk cerita khatulistiwa di 12 kota Indonesia dengan tema yang berbeda-beda.
Medan menjadi salah satu kota terpilih dengan mengusung tema kesendirian berjudul “Satu Jiwa, Seribu Rasa: Sendiri Tak Selalu Sepi” yang bekerjasama dengan komunitas ngobrol buku pada Minggu (27/09/2025), di Roha Cafe, Andaliman Hall. Jl Abdullah Lubis No 79/101 Medan.
Acara ini menghadirkan tiga penulis ternama yaitu, Titan Sadewo, Ika Natassa dan Emte. Dalam diskusi panel bertajuk “Satu Jiwa, Seribu Rasa: Sendiri Tak Selalu Sepi” dipandu oleh Eka Dalanta, Duta Baca Kabupaten Karo 2023-2027.
Survei Litbang Kompas, menjadi salah satu acuan tergarapnya tema yang diusung. Hal ini diungkapkan oleh panita komunitas development gramedia pustaka utama, Gege.
“Sebenarnya Kota Medan ini adalah salah satu kota dengan tingkat kesepian yang tertinggi di Indonesia,” ungkapnya dalam sesi wawancara.
Ia juga menambahkan bahwa setiap daerah yang dijangkau memiliki cerita yang berbeda-beda. Hal inilah yang menjadikan kita kuat satu sama lainnya. Ia berharap acara ini mampu menjangkau berbagai pulau lainnya di Indonesia.
“Jadi tiap kota memang punya tema yang berbeda-beda. Karena setiap kota itu pasti punya ceritanya masing-masing dan kami percaya bahwa cerita itulah yang nantinya akan menguatkan kita satu sama lain,” harap panitia acara tersebut.
Semesta Buku
Senada dengan yang disampaikan penulis novel antologi rasa, Ika Natassa dalam sesi dikusi bersama peserta yang hadir, dia menegaskan bahwa sepi itu wajar dan manusiawi, namun tidak boleh lupa bahwa kita adalah mahkluk sosial.
“Sepi itu adalah sesuatu yang manusiawi. Tapi jangan merasa bahwa hidup bisa sendiri, tidak. Hidup kita itu punya keluarga, teman, tetangga. Merasa nyaman dengan kesendirian itu oke, tapi ingatkan kita tidak bisa hidup tanpa orang lain, karena kita adalah makhluk sosial,” tukas Ika.
Tak hanya Ika, dua narasumber lainnya juga mengungkapkan banyak pengalaman dan teknik menulis, mereka untuk tetap enjoy meski sendirian. Sendiri tidak selalu sepi, karena kita dapat mengisi itu dengan hal-hal positif lainnya untuk diri sendiri.
“Di titik tertentu ya, mungkin saya kesepian. Tapi saya menulis puisi untuk mengobati penyakit yang bernama kesepian. Menulis puisi itu bagi saya bukan cuma menulis keras, bukan cuma membaca, tapi kita tahu apa di dalam hidup kita,” ucap Titan.
Sesi diskusi memperoleh kepuasaan tersendiri bagi para peserta. Seperti yang diungkapkan salah satu peserta, Sintia. Ia merasa puas dengan acara yang dilangsungkan dan berharap tahun depan dapat diadakan lagi.
“Talk show kali ini tuh seru banget karena temanya juga mungkin dekat dengan kita yang masih muda yah… Harapannya tahun depan diadain lagi dan jadi lebih seru,” ujarnya.
Selain acara diskusi, Pesta Literasi Indonesia 2025 kali ini pun ikut dimeriahkan dengan penampilan musik Elisa Nauli dan lokakarya cat air oleh Emte. Juga adanya Semesta Buku, bazar buku yang diusung oleh Gramedia dengan memberikan potongan harga sebesar 70 persen mulai dari harga Rp5.000 saja.
Reporter: Novi Katrina Rahma







