LANGKAT | Polemik apel busuk pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jalan Singlar, Desa Pantai Gemi, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, yang diterima sejumlah siswa di SMKN 1 Stabat, terus mendapat banyak sorotan dari masyarakat.
Program prioritas nasional yang seharusnya bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi peserta didik ini justru menyalurkan buah yang tak layak dikonsumsi yang dinilai jauh dari standar gizi.
Oleh karena itu, pemerintah kabupaten dan DPRD Kabupten Langkat didesak melakukan
peninjauan hingga pengawasan kontiniu atau berkesinambungan pada dapur SPPG.
“Kita mendorong DPRD Kabupaten Langkat untuk segera melakukan inspeksi lapangan ke SPPG Singlar, dan pastikan mereka beroperasi sesuai prosedur,” ucap M Nur Adlin SH saat dimintai tanggapannya, Rabu (4/3/2026) malam.
Kepada wartawan orbitdigital, pemuda yang aktif sebagai Ketua Forum Pemuda Daerah (FORPEDA) Langkat juga menegaskan apabila terdapat kegiatan non-prosedural maka DPRD harus berani menyurati Badan Gizi Nasional (BGN).
“Jika ditemukan aktivitas non-prosedural DPRD harus berani menyurati BGN, agar segera mencabut izin operasional dari SPPG Singlar. Sekali lagi rakyat sedang menyoroti program MBG. Jangan sekali-kali ada yang coba bermain-main dengan program ini,” tegas Adlin.
Tak hanya itu, merespons menu MBG buah dalam kondisi busuk tersebut, Adlin pun mengesalkan jika masih adanya SPPG yang mendistribusikan.
Sungguh ironis, dan sangat mengesalkan jika masih ada SPPG yang seharusnya mendistribusikan Makanan Bergizi Gratis justru mendistribusikan makanan tidak layak makan.
“Kalian sudah diberi anggaran yang sangat cukup, jangan main-main, dan hati-hati rakyat bisa marah. Masyarakat meminta DPRD memastikan SPPG beroperasi sesuai Juknis (Petunjuk Teknis), terutama terkait kualitas makanan,” ungkap Ketua Forpeda Nur Adlin.
SPPG Singlar
Sementara, salah seorang dari pihak SPPG Singlar, Alvin, membenarkan jika SMKN 1 Stabat merupakan sekolah yang menerima MBG dari SPPG Singlar. “Mendistribusikan ada sekitar 9 titik. Ya, termasuk SMKN 1,” ucapnya
Pria yang mengaku sebagai Ahli Gizi di SPPG tersebut mengklaim, menu apel busuk murni bukan kesalahan dari SPPG-nya.
Ia berdalih, pengiriman menu di tanggal 16 Februari sampai 21, uda kita kirim, namun pihak sekolah mungkin medistribusikan di hari masuk sekolah.
“Diluar kendali kita bang, itu kesalahan dari sekolah, karena menurut rapelan itu kan di hari libur, mungkin di bagikan di tanggal 23 nya bang. Buah busuk itu bukan dari kita,” dalih pria tersebut saat ditemui wartawan di SPPG Singlar.
Diberitakan sebelumnya. Dalam video yang dihimpun orbitdigital, memasuki hari pertama sekolah, Senin 23 Februari 2026, siswa SMKN 1 Stabat terlihat sedang menunjukan menu MBG diantaranya buah apel dalam kondisi ‘keroak’ dan busuk.
“Pak Prabowo…Pak Prabowo…apelnya busuk Pak Prabowo… kaya mana ini Pak Prabowo…! Gak jadi makan saya Pak Pabowo,” ujar siswa (unboxing), sambil mengeluarkan isi MBG dalam kemasan saat bersama teman-temannya.
“SPPG Singlar, apelnya kok kaya gini…? Ini yang kecil juga,” lanjut siswa dalam video berdurasi 00,35 detik, sembari terdengar ucapan meminta retur
Merespons menu MBG buah dalam kondisi busuk tersebut, Wakil Ketua DPRD Langkat, Ir Antoni Ginting, menyampaikan sikap tegas dengan meminta MBG untuk ditutup, Senin (2/3/016).
“MBG gak sesuai tutup dan ganti, masa buah busuk-busuk yang di kasi. Jangan ada MBG yang suka-suka hatinya kasi makanan sama masyarakat,” tegas Antoni.
“Dia sudah di bayar dengan harga yang sesuai. Jangan kasih yang busuk-busuk,” ucap Wakil Ketua DPRD Langkat dari fraksi PAN merespons hal tersebut. (OD-20)







