DELISERDANG – Hujan mengguyur begitu derasnya di Desa Paya Geli sejak Senin (22/6/2020) kemarin. Seperti biasa, kawasan tersebut kembali tergenang banjir.
Kondisi ini diketahui sudah berlangsung selama kurang lebih puluhan tahun menurut warga sekitar.
Agaknya kali ini warga yang bermukim di Dusun II dan III Desa Payageli sudah tidak tahan. Mereka lelah dengan kondisi yang saban hari terjadi kala hujan deras mengguyur.
Kemarin itu, curah hujan menyebabkan bajir di Jalan Tanjungbalai hingga sebetis orang dewasa .
Alhasil, sejumlah kendaraan yang ada kesulitan lalulalang. Menurut warga dan aparat pemerintahan di sana.
Kondisi ini terjadi akibat tak adanya drainase dan gorong-gorong sehingga pembuangan air hujan tak tersalur dengan baik.
Makin parah, genangan air itu berlangsung cukup lama baru surut. Terpantau genangan air masih meresahkan warga hingga Rabu (24/6/2020) kemarin.
“Selamat datang di Waterpark Jalan Tanjungbalai. Sudah tiga hari jalan menjadi kolam,” tutur Gunawan (50) warga yang berdomisili di sana mengungkapkan kekesalannya.
Ia begitu kesal dengan Pemkab Deliserdang yang betul-betul lamban merespon keluhan masyarakat nya.
Akibat kondisi genangan air yang berlangsung cukup alam itu, aspal di Jalan Tanjungbalai yang sudah dibangun pun ikut rusak.
“Ya lihat saja sendiri aspalnya, pasti rusak karena airnya menggenang. Mau berapa kali diaspal, kalau banjir seperti ini bila hujan turun gak ada guna,”tambah Gunawan.
Sebagaimana diketahui, pihak Pemdes juga sudah membuat surat permohonan kembali ke dinas PUPR Deliserdang dengan nomor surat 46/PG/VI/2020 untuk segera membuat drainase dan gorong-gorong .
“Kami memohon semoga Pemkab Deliserdang cepat tanggap dengan keluhan yang terjadi di masyarakatnya,” tutupnya. (Riza Vahlevi)







