
Sementara Korlap Aksi Gerbrak, Ismanto membacakan pernyataan sikap diantaranya mendukung KPK segera membongkar dugaan korupsi di Kabupaten Batu Bara dengan memeriksa sejumlah kepala Dinas, serta oknum yang bergelar Pangeran maupun Putra Mahkota.
“Sudah menjadi rahasia umum oknum yang bergelar “Pangeran” itu disinyalir sebagai kekuatan yang mampu mengatur mengintervensi dan memonopoli proyek APBD maupun kebijakan strategis dilingkungan pemerintahan Kabupaten Batu Bara,” sambung Rahmat dalam orasinya.
Selain itu massa aksi juga meminta KPK untuk mengklarifikasi isu Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang sempat menghebohkan publik di Batu Bara akhir Desember 2021 lalu.
Bahkan tampak sejumlah spanduk dukungan kepada KPK dibentangkan di halaman KPK, serta Gerbraksu juga memberikan apresiasi atas gerak cepat dan tanggap.
“Kami telah mendapat kabar kalau KPK sudah mengumpulkan bahan dan keterangan dan langsung terjun ke Batu Bara” kata Rahmat.
Terlihat aksi berjalan tertib dan delegasi aksi langsung dipersilahkan untuk menyerahkan data data yang dibawa kepenerimaan surat di gedung KPK.
Bahkan mereka mengaku aksi akan dilanjutkan pada Kamis depan (14/4/22) di Kejaksaan Agung RI.
“Kita akan datang ke Jamwas Kejagung RI, ini kita lakukan karena sebelumnya laporan ke Kejatisu terkesan lamban dan mandeg,” pungkas Rahmat. (Red)







