Aksi Unjukrasa Berujung Audiensi, Ini Penjelasan Afandin Kepada Mahasiswa

Ketua PMII mengatakan pertemuan ini bukan hanya pertemuan biasa dan pertemuan ini membawa tuntutan mahasiswa dan masyarakat yang ada di Langkat.

Ketua IMM mengucapkan terimakasih telah menerima kehadirannya. Awalnya dirinya bersama rekan juang mahasiswa lain berencana menggelar aksi.

Namun tidak jadi, sebab Plt Bupati Langkat mengajak beraudiensi.

“Tapi kami kecewa terhadap DPRD Langkat yang tidak ada mengirimkan perwakilannya untuk duduk dengan kami untuk beraudiensi disini,” ungkapnya.

Selanjutnya Ketua KAMMI menegaskan walau hanya diskusi dalam ruangan ini, pihaknya ingin bener-benar menemukan jalan keluar dan terpenuhi tuntutannya.

“Bukan hanya sekedar bertemu saja. Terkhususnya jalan yang diresahkan masyarakat bisa terbaiki. Salah satunya jalan proklamasi yang berada dipusat pemerintah mengalami kerusakan, agar segera diperbaiki,” tukasnya.

Menanggapi tuntutan, Plt Bupati Langkat menjelaskan secara detil dan panjang lebar soal kebijakan dan solusi yang akan diambil terkait tuntutan mahasiswa.

Diantaranya dari penjelasan Afandin, soal kawasan wisata Langkat yang sudah dibuka untuk peningkatan PAD.

Teknisnya dengan menerapkan protokol kesehatan, dan bagi pengunjung serta pelaku wisata sudah di vaksin.

Lalu terkait pemberian beasiswa bagi warga yang kurang mampu, pihaknya akan mengusulkannya dalam “P” APBD, yang diperuntukkan bagi 50 orang untuk S1 dan S2.

“Ini (beasiswa) merupakan yang pertama dan akan kami diskusikan, dan itu menjadi atensi bagi kita untuk 50 di “P” dan nantinya akan kami anggarkan lagi di “R” menjadi 100 orang penerima beasiswa,” sebutnya.

Syarat penerima beasiswa ini, berupa surat keterangan miskin dari Desa/Kelurahan, karena itu tuntutan dan peraturan dari pusat, agar dana tidak disalahgunakan.