Kamudian, sambung Afandin, mengenai 60% persen belanja rutin pegawai, harus ada perimbangan bagaimana anggaran ini dapat berimbang dengan kepentingan masyarakat.
“Nantinya akan kita evaluasi saat menyusun anggaran. Termasuk dinas yang berlebih tenaga honorernya dan anggaran perjalanan dinas,” urainya.
“Ini semua harus disadari bersama, kami siap untuk mengurangi yang sifatnya berlebihan. Refrensi dari adek-adek mahasiswa yang sangat wajar untuk di evaluasi,” ungkapnya menambahkan.
Soal mempercepat infrastruktur, kata Ondim pangilan akrabnya, menjadi program prima dalam kepemimpinannya.
“Saya minta intansi terkait untuk segera memperbaiki jalan yang ada di Langkat demi kenyamanan masyarakat,” intruksinya.
Terkait infrastruktur nasional dan provinsi, pihaknya juga akan memperjuangkannya, seperti memperjuangkan jembatan sungai Wampu yang tidak kunjung selesai.
“Berkat koordinasi semua pihak, akhir tahun 2022 ini jembatan ditargetkan selesai dan dapat dinikmati masyarakat,” paparnya.
“Mari sama-sama kita bergandengan dan berkoordinasi demi kemajuan daerah yang kita cintai ini, bumi bertuah Langkat yang berseri. Saya pun secara khusus meminta adik-adik mahasiswa untuk tetap memantau saya dan perkembangan demi kemajuan Langkat,” ajaknya.
Sembari mengajak para mahasiswa mendengarkan penjelasan dari Kepala Bapenda Langkat, Dra Muliani S.







