Karo  

Antisipasi Terulangnya Penolakan Warga, Pemkab Karo Utamakan Sosialisasi Pemanfaatan TPU Salit

Para pejabat dijajaran Pemkab Karo diskusi mempersiapkan sosialisasi pemanfaatan lahan TPU Salit bersama Terkelin Brahmana. (orbitdigitaldaily.com/Daniel Manik)

TANAHKARO – Mencegah terulangnya kembali insiden penolakan warga desa Salit atas pemakaman pasien meninggal Covid-19 positif Swab berinisial SUT (53) asal Medan beberapa waktu lalu, Pemerintah Kabupaten Karo melalui instansi terkait utamakan sosialisasi pemanfaatan lokasi penguburan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Salit di masa Pandemi Covid-19.

Tujuannya supaya pemahaman masyarakat tidak simpang siur akan pemanfaatan lahan TPU Desa Salit sebagai tempat pemakaman umum, termasuk pasien meninggal positif Covid-19.

“Jadi OPD perlu menajamkan persepsi mulai dari tingkat atas hingga tingkat bawah, agar sosialisasi itu tepat sasaran,” ujar Bupati Karo Terkelin Brahmana, Senin (22/6/2020) siang.

Menggelar diskusi di kantor Camat Kabanjahe selain Terkelin, hadir juga Plt. Asisten 1 Dapit Trimei Sinulingga, Kadis Perkim Paksa Tarigan ST, Kadis PUPR Edward Pontianus Sinulingga, Kasatpol PP Hendrik Philemon Tarigan, Camat Tiga Panah Data Martina, Camat Kabanjahe Leo Girsang dan Kades Salit Arianda Purba.

Menurut Terkelin, untuk menyelesaikan satu persoalan di tengah masyarakat, teori identifikasi masalah harus kita ketahui terlebih dulu.

Karena faktor eksternal dan internal selalu berkaitan dengan permasalahan itu.

“Seperti kejadian Desa Salit beberapa waktu lalu. pengaruh eksternal merupakan faktor utama masalah di desa itu. Melihat kejadian ini, kita butuh penyembuhan, caranya kita harus kompak dan OPD harus peka. Buat program ke desa ini melalui desa Wisata, sambil berjalan 2-3 bulan, kelemahan dan kekurangannya akan dibenahi kemudian,” kata Terkelin.

“Sedangkan, langkah identifikasi internal Organisasi Perangkat Daerah (OPD), apa yang harus kita perbuat dan kita berbuat apa untuk meyakinkan masyarakat, karena sudah ada sebelumnya goresan luka terhadap masyarakat Desa Salit, tentu harus diobati,” ujar Terkelin.

Disaat begini, camat harus berperan membangun jembatan komunikasi dengan masyarakat melalui perantaraan Kades ketengah tengah masyarakat desa Salit. tandas bupati

“Untuk lebih dekat dengan masyarakat, OPD terkait, lakukan gotong royong dengan pemberdayaan dana desa, agar nantinya keberadaan TPU Salit itu dapat dijadikan menjadi desa wisata. Disini saya tuntut keseriusan dan kepekaan OPD semuanya dalam melakukan misinya membangun desa,” tambahnya lagi.

Dikesempatan diskusi itu, Kadis Perkim Paksa Tarigan ST mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan regulasi TPU Salit, termasuk gambar/bentuk kuburan dan SOP tata pengelolaan sedang kita siapkan.

“Mungkin minggu depan kita sudah melakukan sosialisasi tata pengelolaan penguburan TPU Salit. Untuk pengelolaannya kita belajar dari pengelolaan TPU Simalingkar B Medan,” ucapnya.

“Meski sosialisasi gambar/bentuk kuburan dan SOP belum dilaksanakan, namun jika ada yang meninggal, tetap bisa makamkan di TPU Salit, tapi ada syarat surat pernyataan yang kita berikan kepada pihak keluarga sebagai syarat mutlak,” jelas Paksa.

Sementara Kades desa Salit Arianda Purba, angkat bicara, pada prinsipnya saya dan masyarakat salit, sangat mendukung penuh kedepan apabila ada penguburan jenazah, tidak ada lagi penolakan. Ujarnya meyakinkan

“Apabila ada yang menghalangi, menghambat termasuk penolakan, saya minta Aparat Penegak Hukum (APH) supaya bertindak tegas, ini perlu menjaga wibawa hukum dan marwah pemerintah,” tegas Kades Salit.

Reporter: Daniel Manik