Medan  

Antrean Panjang di Sejumlah SPBU,  Pasokan BBM Terkendala Faktor Cuaca

MEDAN | Antrian Panjang terlihat di sejumlah Sarana Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang terdapat di wilayah kota Medan. Jum’at (28/11/2025).

Salah satu Antrean panjang terjadi di SPBU No. 14.201.1159 Jalan Sisingamangaraja sebelah Yuki simpang Raya Medan.

Antrean kendaraan yang mengisi terjadi akibat Habisnya Stok BBM di beberapa SPBU yang ada di kota Medan. Pengendara yang ingin mengisi BBM terpaksa harus mencari alternatif ke SPBU yang masih banyak stok BBM nya.

Nazar pemilik SPBU 14.201.1159 mengatakan antrean panjang terjadi akibat terhambatnya pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Pertamina yang diangkut dari Belawan dan Pangkalan Susu kabupaten Langkat, dilarenakan faktor cuaca ekstrem

“Untuk stok minyak di Pertamina Banyak, Namun terkendala di pendistribusian. Kapal pengangkut BBM tidak bisa sandar dikarenakan faktor cuaca, Ombak Besar dan angin kencang. Kemungkinan besok baru lancar,” terangnya.

Salah seorang warga yang ikut mengantre mengatakan, telah  keliling mencari BBM jenis Pertalite untuk Becak motor nya.

“Beberapa SPBU saat hendak mengisi antreannya sangat  panjang seperti di SPBU Titi papan dan jalan Kapten Sumarsono. Sedangkan dibeberapa SPBU seperti di jalan Bilal kosong. Akhirnya karena saya bawa sewa dari Marelan menuju Brigjen Katamso dapatnya disini,” ucap Juki Betor.

“Kosong nya BBM  kemungkinan akibat faktor cuaca yang menyebabkan kapal kargo pembawa BBM susah untuk Bersandar,” tambahnya.

Sementara lain halnya dengan Angkutan Umum Paradep rute  Medan Siantar yang harus keliling mencari bahan bakar Bio diesel. Karena di beberapa SPBU kosong terpaksa mengisi minyak Dexlite yang harganya dua kali lipat. Serta berkurangnya penumpang akibat kondisi cuaca 4 hari belakangan.

“Dari penumpang ya jelas berkurang 50 %, sedangkan kondisi jalan yang banjir menghambat perjalanan pastinya. Dikarenakan rumahnya kebanjiran jadi akses penjemputan sewa pun terhambat,” ujar Hendra Mandor Pengangkutan Bobby Paradep saat di loketnya.

“Akibat terbatasnya pasokan BBM jenis Bio Solar di sejumlah SPBU. Akhirnya beralih menggunakan minyak Dexlite, jadi untuk biaya operasional dua kali lipat” pungkasnya. (OM/011)