Berikut Penjelasan Kapal Berbendera China yang Viral di Perairan Pangkalan Susu

Kepala Syah Bandar Langkat, Gamal Sembiring (dua dari kiri) saat memberi keterangan sekaitan kapal penangkap ikan asing yang masuk ke perairan Pangkalan Susu. (orbitdigitaldaily.com/Diva Suwanda)

MEDAN – Pascaviralnya video kapal penangkap ikan berbendera China di perairan Pangkalan Susu, Langkat yang disebut-sebut juga membawa tenaga kerja asing (TKA) mendapat respon sejumlah pihak.

Menurut Kepala Kantor Imigasi (Kakanim) Klas I Medan, Supartono, ada kesalahan informasi yang diterima warga Pulau Sembilan.

Hal itu pula yang memicu puluhan warga lainnya terprovokasi sehingga mengejar dan mengusir kapal berbendera China dari kawasan perairan Pangkalan Susu.

“Kalau dari Imigrasi dia kan datang untuk mengambil ikan kerapu segar kemudian diekspor. Kalau KKP  dan Bea Cukai kelengkapannya sudah lengkap, Imigrasi ya berangkatkan juga,” ujar Supartono kepada orbitidigitaldaily.com, Minggu (3/5/2020). “Makanya kok ada viral gitu, saya heran juga.”

Masih menurut Supartono, di dalam kapal itu ada 6 ABK. “Jadi ada 6 kru, mereka dari Hongkong, Vietnam, baru ke Pangkalan Susu. Baru setelahnya mereka balik lagi setelah mengambil ikan,” ucapnya.

Supartono menduga, kejadian tadi pagi diduga karena ketakutan masyarakat di masa Pandemi Covid-19. Minimnya informasi soal keberadaan kapal itu sehingga warga terprovokasi.

“Kalau tidak salah sudah ada komunikasi dengan masyarakat. Jadi kapal juga sudah berangkat lagi. Sudah mengangkat ikan kerapu segar dari nelayan sana juga. Itu pun di tengah laut. Kapal itu juga rutin dua bulan sekali setelah dikumpulin sama nelayan di Pulau Sembilan,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris HNSI Sumut, Ali Mukti Siregar mengatakan informasinya memang kapal penangkap ikan berbendera China itu hendak mengangkut belasan ton ikan kerapu dari nelayan di Pulau Sembilan.

“Jadi dari kemarin (Sabtu) warga di sana sudah setuju agar hasil budidaya ikan kerapu itu diangkat sama kapal asal China itu. Tapi entah kenapa sorenya akhirnya mereka menolak,” tutur Ali.

Ia juga membantah kabar yang menyebut kalau kapal itu berisi TKA China yang hendak dipekerjakan di PLTU Pangkalan Susu.

“Tadi ada orang kita di sana, kebetulan Kepala Bidang Budidaya Perikanan Kabupaten Langkat, saya tanya apakah ada TKA di sana, dia bilang tidak ada. Jadi tadi sudah ada negosiasi agar bisa mengangkut hasil budidaya, ikan kerapu itu,” terangnya.

Guna menenangkan situasi, digelar pertemuan antara Muspicam bersama warga. Alhasil warga bisa menerima dan kembali tenang.

Menurut Kepala Syahbandar Langkat, Gamal Sembiring, mengatakan kedatangan kapal asing itu sudah sesuai prosedur kekarantinaan, imigrasi dan bea cukai maka diizinkan kapal tersebut untuk melakukan bongkar muat untuk diekspor.

Kedua  soal informasi Covid-19 di atas kapal, Gamal juga membantahnya.

“Ketiga soal kabar di atas kapal ada TKA dari China yang akan dipekerjakan di PLTU Pangkalan Susu juga tidak benar. Tidak ada tenaga kerja asing di atas kapal, yang ada di kapal semuanya kru kapal itu sendiri,” pungkasnya. (Diva Suwanda)