Medan  

Budayawan Suyadi San: Medan Kota Berbudaya Dapat Bermula Dari Titik Nol Kilometer Lapangan Merdeka

Budayawan Sumut, Suyadi San SPd, MSi (foto/ist)

MEDAN| Revitalisasi Lapangan Merdeka bukan saja mengembalikan ruang terbuka kota bersejarah. Program Wali Kota Medan Bobby Nasution ini juga memberikan ruang-ruang bagi kelahiran ide-ide pembangunan, seni, maupun budaya di kota yang multikultural ini.

Dalam berbagai kesempatan Kepala Bappeda Medan, Benny Iskandar pernah mengatakan, disain revitalisasi Lapangan Merdeka diharapkan dapat menjadikan Lapangan Merdeka sebagai “void”, ruang terbuka kota, ruang kontemplasi dan refleksi untuk memahami sejarah masa lalu dan menyiapkan langkah pembangunan ke masa depan.

Benny Iskandar saat memaparkan disain Revitalisasi Lapangan Merdeka, menyebutkan, revitalisasi ini akan menghadirkan panggung rakyat. Ketika tidak digunakan untuk upacara, dapat digunakan sebagai panggung kesenian, baik tradisional maupun modern. Di samping itu, revitalisasi ini juga menghadirkan galeri yang dapat dijadikan persemaian ide-ide kreatif seni dan budaya.

Budayawan Sumut, Suyadi San, S.Pd., M.Si., sangat setuju jika revitalisasi Lapangan Merdeka juga melahirkan ruang ide, seni, dan budaya.

“Saya setuju revitalisasi Lapangan Merdeka juga melahirkan ruang ide, seni, dan budaya, bahkan menurut saya itu wajib dilakukan,” ungkap Suyadi San, kemarin di Medan.