Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut R Sabrina yang menyampaikan materi tentang ‘Percepatan Pelaksanaan PUG’ menjelaskan, gender adalah perbedaan peran laki-laki dan perempuan, yang dibentuk oleh budaya masing-masing. Gender bukan hanya sekadar perbedaan jenis kelamin.
Sabrina mencotohkan, peran belanja ke pasar di Indonesia cenderung dilakukan oleh perempuan, tetapi budaya di Arab Saudi, belanja ke pasar umumnya dilakukan para laki laki. “Contohnya juga peran masak memasak, adalah peran siapa? Pasti kita kompak bilang perempuan, padahal laki-laki juga bisa memasak,” ucapnya.
Peran gender bisa dipertukarkan, namun menurut Sabrina, peran kodrat perempuan dan laki-laki tidak bisa ditukarkan. “Misalkan melahirkan, itu kodratnya seorang perempuan, kan tidak bisa anak pertama dilahirkan ibu, terus anak kedua dilahirkan ayahnya,” ucap Sabrina, yang disambut tawa para peserta.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sumut Nurlela mengatakan, kegiatan PUG yang digelar pihaknya tersebut bertujuan untuk memberikan pemaham, serta untuk meningkatkan koordinasi dan jejaring pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan terkait isu gender, perempuan dan anak. cr-03







