Aceh  

Bupati Abdya Tandatangani Perjanjian Pengelolaan Lokasi Pelabuhan Teluk Surin dengan PT Mitra Aceh Sejahtera

Bupati Abdya,Akmal Ibrahim SH bersama Direktur Utama PT. Mitra Aceh Sejahtera, A. Budiman saat menandatangani perjanjian tentang pengelolaan dan pemanfaatan lokasi pembangunan Pelabuhan Teluk Surin (foto/Orbit-Nazli)

Lebih lanjut,untuk tahap awal, pihaknya akan membangun pelabuhan sepanjang 450 meter, sedangkan total secara keseluruhan mencapai sekitar 1 Km dan lebar sekitar 150 meter. Konsep awalnya, PT Mitra Aceh Sejahtera akan membuat pelabuhan curah karena itu sangat berkaitan dengan apa yang dihasilkan di Abdya seperti, produk pertanian, perkebunan dan pertambangan. Tahap selanjutnya adalah pelabuhan peti kemas yang diperuntukan bagi komoditi lainnya.ujarnya.

Ia juga menuturkan,untuk target pembangunan pertama memakan waktu sekitar 4 bulan. Sedangkan mengenai tenaga kerja, pihaknya akan menerapkan 90 persen tenaga lokal seperti yang dilakukan pihaknya di Aceh Barat. Namun pihaknya akan memberikan semacam pendidikan dan pelatihan bagi calon tenaga kerja untuk lebih siap ditempatkan pada bidang-bidang yang diperlukan.pungkasnya .

Sementara,Bupati Abdya,Akmal Ibrahim SH dalam sambutannya menyebutkan,bahwa konsep pembangunan Pelabuhan Teluk Surin memerlukan kerjasama yang luas dengan pihak swasta, politisi, pengusaha hingga tokoh masyarakat serta membutuhkan satu kesatuan yaitu kesejahteraan.

“Pemerintah tentunya bisa melakukan pembangunan pelabuhan dimaksud, namun membutuhkan waktu yang lama karena keterbatasan sumber daya manusia (SDM), anggaran hingga kemampuan teknis,”ucap dia.

Oleh karena itu,Abdya dari awal telah mendukung dunia usaha secara konkrit, contohnya pertama semua izin yang diurus tidak dikenakan biaya dan menjamin hal tersebut. Bukan hanya perizinan yang gratis, namun Pemkab Abdya juga memberikan kemudahan yaitu sebuah tempat usaha yang lengkap dengan perizinan.

“Rekomendasi amdal kami gratiskan dan dokumen lainnya yang menyangkut dengan Pelabuhan Teluk Surin kami gratiskan. Secara tegas kami menyatakan memberi dukungan,” tegasnya dalam kegiatan yang juga dihadiri pihak Komisaris Utama PT Pelindo IV, Fachry Ali, Ismi Aceh dan pejabat lainnya.

Lebih lanjut dikatakan, inilah alasan mimpi Aceh memiliki pelabuhan besar sebagai gerbang laut ekonominya, seperti Belawan di Sumut, tak akan pernah bisa terwujud. Sebabnya hanya satu, yakni Aceh tidak mempunyai laut yang dalam seperti Belawan di daratan Aceh kecuali Sabang. Menurutnya, saat ini yang terdalam itu Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara. Cuma tanggung hanya untuk kapal maksimum 10.000 ton, Pelabuhan Malahayati 3000 ton, Pelabuhan Calang 6000 ton, Meulaboh, Abdya dan Aceh Selatan sekitar 2000 ton ke bawah.

Artinya, hanya setengah kemampuan Belawan saja laut Aceh tidak sanggup. Akan tetapi laut Teluk Surin di Abdya, sanggup menampung kapal di atas 100.000 ton. Itu alasan mengapa pada zaman dulu Amerika sudah tahu hingga armada dagang dan kapal perangnya singgah di Surin. Ironisnya, potensi Surin ini belum banyak diketahui para pemimpin Aceh.

“Saya sangat paham tentang sejarah Surin ini, sebab saya awalnya pernah menjadi wartawan selama 18 tahun. Semua kriteria itu ada di Teluk Surin dan Teluk Surin sudah ditakdirkan untuk menjadi pelabuhan besar,”papar Bupati Akmal.

Reporter : Nazli