Christoffel Tobing Sterilisasi MOW Seratusan Ibu di Tobasa

oleh -273 views
Wakil Ketua TP PKK Tobasa semangati pasien pasca operasi sterilisasi di RSUD Porsea, Kamis (14/11/2019). (orbitdigitaldaily.com/Bernard Tampubolon)

TOBASA – Dalam rangka kegiatan Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan, Pemerintah Kabupaten Toba Samosir melakukan pelayanan medis gratis terkait Medis Operasi Wanita (MOW) pada Kamis (14/11/2019).

Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Parparean, Porsea.

Hadir dalam kegiatan itu Wakil Ketua TP-PKK Tobasa, Ny Iin Ruinah Hulman Sitorus didampingi para jajarannya. Kemudian Kaban PPAKBD Tobasa, dr Pontas Batubara, Direktur RSUD dr Tihar Hasibuan, Kabid PPA DPMD Risma Sitorus dan lainnya.

Pontas, dalam keterangannya menyebut sebanyak 100 orang lebih pasien kaum ibu akan menjalani MOW pada kegiatan yang bertema; ‘Kita Gerakkan Keluarga dan Masyarakat Hidup Sehat Menuju Indonesia Sejahtera’

“Penanganan operasi ini melibatkan tiga unsur; yakni TNI, Kemenkes dan BKKBN dengan tenaga ahli yang khusus dihadirkan dari Provinsi, dr Christoffel L.Tobing SpOG dibantu tim medis Tobasa serta para kader PPAKBD desa se Toba Samosir,” kata Pontas.

Ia mengatakan setidaknya ada ruatusan pasien keluarga berencana di-MOW.

“100 orang lebih pasien keluarga berencana  ini mendapat operasi dengan metode operasi esnita sterilisasi dengan cara dibius, semuanya usia subur, 35 sd 40 tahun dengan anak lebih dari 2 atau yang meminta sendiri,” katanya.

Ia menerangkan, pihaknya akan memastikan terlebih dahulu kondisi fisik dan psikis pasien sebelum dilakukan MOW.

“Sebelum dilaksanakan operasi, kondisi pisik dan psikis para pasien diperiksa. Dan sejauh ini, semua operasi berjalan lancar, kondisi pasien semua bagus, baik pra dan pasca operasi,” imbuhnya seraya mengatakan operasi itu dilaksanakan 1 hari saja.

Apresiasi Pasien

Sementara itu, di ruang operasi, salahseorang pasien, Iin Ruinah terlihat mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Wah sangat bagus, saya lihat juga banyak ibu masih muda sudah ikut program ini, artinya banyak warga khususnya kaum ibu sudah berpikir maju. 2 anak saja cukup,” ujarnya.

“Tolong pak dokter, agar sterilisasi selanjutnya diterapkan kepada para kaum bapak, jangan hanya ibu ibu saja. Kasihan mereka!” pungkasnya sambil keliling meninjau para pasien yang akan dioperasi dan setelah dioperasi.

Diruang pra operasi, N boru Sitorus (38) warga Porsea mengaku ikut program itu lantaran dirinya sudah memiliki sepasang anak. “Saya ikut program ini sebab saya yakin dengan cukup dua anak, keluarga saya bisa semakin sejahtera dan sehat,” pungkasnya senyum. (Bernard Tampubolon)