Diduga Korban Pembunuhan, Polisi Ekshumasi Makam Wanita di Langkat

Pembongkaran jenazah almarhumah, Mihani (28), dikarenakan pihak keluarga merasa adanya kejanggalan atas kematian putrinya, pada 24 Maret 2024 lalu

BINJAI | Polres Binjai bersama tim forensik RS Bhayangkara Medan melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam seorang wanita dugaan pembunuhan untuk keperluan otopsi, di TPU Dusun II Desa Kwala Besar, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, pada Sabtu (26/5).

Pembongkaran jenazah almarhumah, Mihani (28) yang merupakan single parent dan meninggalkan satu anak laki-laki usia 3 tahun, dikarenakan pihak keluarga merasa adanya kejanggalan atas kematian putrinya, pada 24 Maret 2024 lalu.

Hal itu disampaikan Sabariah, orangtua dari almarhumah Mihani melalui kuasa hukum
Fauzi Sibarani SH MH, kepada awak media, Minggu (26/5/2024) sore.

Dalam keterangannya, kuasa hukum Geral Siahaan SH MH dan Fauzi Sibarani SH MH berharap dengan adanya ekshumasi ini akan ada titik terang, sehingga para pelaku bisa ditetapkan guna penegakan supremasi hukum yang pasti bagi keluarga.

Lanjutnya, kita percaya dan terus berdoa kepada tuhan agar dokter forensik Dr H Mistar Ritonga, Sp.F (K) berserta tim bersikap netral, sehingga bisa terungkap kejujuran dan keadilan.

“Bila nantinya ditemukan ada tindak pidana
dari ekshumasi dan penelitian secara intensif
tersebut, kita minta pihak kepolisian segera menangkap pelaku dan di proses hukum,” harap Fauzi.

Kuasa hukum menjelaskan, sebelumnya pada 23 Maret 2024 lalu, almarhumah Mihani bersama wanita inisial Mon yang merupakan tetanga almarhumah sempat pergi ke Binjai.

Namun, sambung Fauzi, ke esokan hari pada 24 Maret 2024, pihak keluarga mendapat kabar jika Mihani meninggal dunia, dan kabar itu pun sontak membuat keluarga dan warga sekitar terkejut.

“Mendapat kabar Mihani meninggal dunia, sontak membuat keluarga dan warga sekitar terkejut, dan saat itu belum adanya laporan ke polisi,” jelas Fauzi.

Lanjut kuasa hukum menuturkan, setelah pihak keluarga merasa adanya kejanggalan dari kematian almahumah orangtua korban melaporkan hal ini polisi.

“Merasa adanya kejanggalan, pihak keluarga melaporkan hal ini ke Polres Binjai dengan LP/B/203/IV/2024/SPKT/POLRES BINJAI/POLDA SUMATERA UTARA tanggal 13 April 2024,” ujar Fauzi, dalam keteranganya sembari katakan akan menghadirkan sejumlah saksi baru ke Polres Binjai dalam waktu dekat.

Ada Kejanggalan

Sementara itu, Kasat reserse kriminal Polres Binjai, AKP Zuhatta Mahadi menyampaikan pihak keluarga membuat laporan ke Polres Binjai karena merasa ada kejanggalan dan mencurigai kematiannya.

“Dua puluh hari setelah almarhum Mahani dikebumikan, keluarga membuat laporan, dan dengan agresif kami menerima laporan pada 13 April 2024, dan kami melakukan penyelidikan sehingga terlaksana ekshumasi ini,” ungkap AKP Zuhatta.

Ia pun menyampaikan setelah pelaksanaan ekshumasi ini akan kami sampaikan. “Akan kami sampaikan sesegara mungkin, apabila pihak dari rumah sakit telah mengeluarkan hasil kegiatan ekshumasi tersebut,” ujar Zuhatta kembali.

Lebih lanjut, orangtua almarhum, Sabariah, melalui kuasa hukum Fauzi Sibarani SH, MH
sebelumnya merasa adanya kecurigaan dan kejanggalan ditubuh almarhum Mihani terdapat luka di kepala, lengan, dada lebam membiru, dan jari jempol serta dua kuku jari kaki lepas.

“Selain itu, almarhum sebelumnya berangkat dari rumah memakai T Shirt, akan tetapi setelah meninggal dunia, almarhum memakai daster. Dari sinilah keluarga semakin curiga dengan kematian almarhum,” ketus Sabariah, melalui kuasa hukum.

Sementara, Geral Siahaan berharap tegaknya supremasi hukum tidak diperlambat. ” Kita akan terus berjuang sehingga tidak ada lagi korban-korban Mihani yang lain,” tegas Geral Siahaan (Nurlince Hutabarat) tim kuasa hukum.

Reporter : Teguh