BINJAI | Gubernur Sumatera Utara, M. Bobby Afif Nasution, secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 bagi jenjang SMA, SMK, dan SLB Negeri se-Sumatera Utara yang dipusatkan di SMA Negeri 1 Kota Binjai, Senin (13/7/2026).
Pembukaan MPLS yang berlangsung secara luring dan daring tersebut menjadi penanda dimulainya tahun ajaran baru bagi ribuan peserta didik di 748 SMA, SMK, dan SLB Negeri di seluruh Sumatera Utara. Momentum ini juga menjadi awal pembentukan karakter generasi muda menuju Indonesia Emas.
Dalam arahannya, Gubernur Bobby Nasution menegaskan bahwa dunia pendidikan tidak hanya bertugas mencetak siswa berprestasi secara akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang berkarakter, disiplin, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks. Selain mengejar prestasi, para pelajar juga harus mampu menjauhi berbagai ancaman seperti penyalahgunaan narkoba, judi online, pergaulan bebas, tawuran, geng motor, hingga penyalahgunaan media sosial.
Gubernur mengingatkan bahwa lingkungan pergaulan menjadi salah satu faktor utama yang dapat mendorong seseorang pertama kali mengenal narkoba. Karena itu, para siswa diminta bijak memilih teman, aktif dalam kegiatan positif, serta menghormati guru dan orang tua sebagai bekal meraih masa depan.
Suasana pembukaan MPLS semakin meriah saat Gubernur menggelar sesi tanya jawab bersama siswa baru kelas X. Salah satu pertanyaan yang diajukan adalah mengenai kepanjangan dari singkatan SPP beserta pengertiannya. Dua siswa yang berhasil menjawab dengan benar mendapat hadiah berupa satu unit sepeda sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan pengetahuan mereka.
Usai membuka kegiatan, Gubernur Bobby Nasution juga menyempatkan diri melakukan blusukan di lingkungan SMA Negeri 1 Binjai. Ia meninjau langsung kondisi ruang kelas, kantin sekolah, hingga fasilitas toilet guna memastikan sarana belajar mengajar berada dalam kondisi layak dan nyaman bagi peserta didik.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Alexander Sinulingga, S.STP., M.Si, melaporkan bahwa pelaksanaan MPLS berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026, di 748 SMA, SMK, dan SLB Negeri se-Sumatera Utara.
Alexander berharap seluruh rangkaian MPLS dilaksanakan secara edukatif, menyenangkan, inklusif, aman, serta bebas dari segala bentuk perundungan, kekerasan maupun praktik perpeloncoan. Ia menegaskan bahwa seluruh sekolah wajib menjadikan MPLS sebagai sarana pengenalan budaya sekolah yang positif.
Ia juga menyampaikan bahwa jumlah murid baru yang diterima di SMA dan SMK Negeri tahun ini mencapai 130.613 siswa. Selain itu, terdapat 466 siswa Sekolah Rakyat hasil pendataan Dinas Sosial yang diarahkan untuk mengisi kuota kosong di sejumlah SMA Negeri di wilayah Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, dan Serdang Bedagai.
Wali Kota Binjai, Drs. H. Amir Hamzah, MAP, dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada Gubernur Sumatera Utara beserta rombongan. Ia mengapresiasi keputusan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang menjadikan Kota Binjai sebagai pusat pembukaan MPLS tingkat provinsi.
Menurut Amir Hamzah, kepercayaan tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kota Binjai sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Ia juga mengucapkan terima kasih karena SMA Negeri 1 Binjai memperoleh bantuan dana revitalisasi yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah.
Kegiatan pembukaan MPLS turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Binjai Sofyan Syahputra Siregar, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Abdul S., para kepala bidang dan kepala seksi di lingkungan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II, jajaran OPD Kabupaten Langkat, para kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, orang tua siswa, peserta didik baru kelas X, serta undangan lainnya yang mengikuti kegiatan secara langsung maupun melalui jaringan daring. (Od-22)







