“Kita bisa melihat bagaimana kewalahannya pemprovsu dalam menangani pandemi Covid-19 pada saat kasus terpapar Covid melonjak tinggi. Bahkan pada saat diawal pandemic kita pun harus menunggu waktu 2 minggu untuk mengetahui hasil test Swab, karena miskinnya fasilitas laboratorium kesehatan yang dimiliki oleh Pemprovsu”, ungkap Meriahta
Seiring dengan fasilitas kesehatan tersebut, pemprovsu juga gagal dalam menjaga dan memberikan keamanan kepada para tenaga medis yang berada di garda terdepan dalam penanggulangan pandemic Covid.
“tercatat sudah lebih dari 600 tenaga medis, baik itu dokter, perawat dan tenaga medis lainnya terpapar oleh Covid-19. Bahkan tidak sedikit para dokter meninggal akibat terpapar virus tersebut’, ungkap Bendahara DPD PDI Perjuangan Sumut
Selain dalam penanganan Covid-19, pemprovsu juga masih memiliki pekerjaan rumah yang sangat berat, yakni masih tingginya angka gizi buruk yang berakibat pada anak mengalami stunting. Begitu juga dengan angka kematian bayi dan ibu melahirkan masih cukup tinggi.







