Medan  

Harga BBM Non-Subsidi Naik Lagi, Pengendara Mobil Diesel Mengeluh: Naiknya Luar Biasa!

SPBU di Samping Yuki Simpang Jalan Sisingamangaraja Medan. Rabu (6/5/2026) (orbitdigitaldaily.com/Iwan Gunadi)

MEDAN | Melonjaknya harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi khususnya jenis Dexlite dan Pertamina Dex membuat pengguna kendaraan bermesin diesel berteknologi canggih dan berstandar Euro 4 di Kota Medan mengeluh.

Terlebih sejak PT Pertamina (Persero) kembali memberlakukan tarif baru BBM non-subsidi dengan kenaikan harga lebih Rp1.000 hingga Rp5.000 per liter mulai 4 Mei 2026, membuat pengguna kendaraan harus merogoh kocek lebih dalam.

Pantauan Orbit Digital di SPBU 14.201.1150 Jalan Sisingamangaraja, Medan, Rabu (6/5/2026), harga baru BBM non-subsidi tertera jelas pada papan informasi harga digital.

Salah seorang petugas SPBU mengatakan bahwa penyesuaian harga ini terjadi serentak untuk beberapa jenis produk BBM non-subsidi, kecuali Pertamax yang masih dibanderol dengan harga Rp12.600 per liter.

“Benar ada kenaikan untuk BBM non-subsidi sejak kemarin. Salah satu yang paling terasa kenaikannya adalah Pertamina Dex dan Dexlite, kalau Pertamax Turbo juga naik sedikit,” ujar salah seorang petugas di SPBU yang berlokasi di sebelah Plaza Yuki Simpang Raya itu.

Berdasarkan survei di lapangan, penyesuaian harga Pertamax Turbo (RON 98) naik dari Rp19.400 menjadi Rp20.350 per liter, Dexlite (CN 51) dari Rp23.600 menjadi Rp26.600 per liter, dan Pertamina Dex (CN 53) dari Rp23.900 menjadi Rp28.500 per liter.

Kembali naiknya harga Dexlite dan Pertamina Dex memicu reaksi dari para pengguna mobil diesel yang sedang melakukan pengisian bahan bakar di SPBU tersebut.

Salah seorang pemilik mobil diesel yang ditemui di lokasi, mengaku terkejut melihat angka pada layar mesin pompa. Ia merasa kenaikan kali ini sangat membebani biaya operasional hariannya.

“Ya, mau gimana lagi kenaikan harga BBM terutama Pertamina Dex. Naiknya sampai Rp5.000 per liter itu luar biasa tinggi. Padahal kendaraan saya mengharuskan pakai bahan bakar itu biar mesin awet. Kalau begini terus, pengeluaran buat bensin saja sudah jutaan dalam seminggu,” ucap dodi seorang pengemudi (OM-11)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *