Hemat Waktu, Warga Langkat Pilih Getek sebagai Sarana Penyeberangan

LANGKAT | Warga Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, hingga kini masih mengandalkan transportasi tradisional berupa perahu rakit atau yang biasa disebut getek sebagai sarana penyeberangan sungai. Getek ini telah beroperasi puluhan tahun dan menjadi penghubung antar desa dari Kecamatan Batang Serangan menuju Kecamatan Sawit Seberang, begitu juga sebaliknya.

Penyeberangan getek tersebut khusus diperuntukkan bagi warga dan sepeda motor. Selain praktis, jalur ini dinilai lebih efisien dibandingkan harus memutar melalui jalur utama menggunakan jembatan.

Berdasarkan pantauan Harian Orbit di lokasi, Kamis (5/2/2026), sejumlah warga terlihat antre menaiki getek di Desa Tanah Timbul, Kecamatan Batang Serangan, untuk menyeberang menuju Desa Tasik/Litur, Kecamatan Sawit Seberang. Dengan tarif Rp3.000, warga sudah dapat menyeberangi Sungai Batang Serangan.

Jefri (25), salah satu operator getek, mengaku telah menjalani pekerjaan tersebut selama empat tahun. Menurutnya, getek ini sudah beroperasi sejak puluhan tahun lalu dan menjadi akses penting bagi masyarakat sekitar.

“Saya sudah empat tahun menjadi supir getek ini. Setahu saya, getek ini sudah beroperasi puluhan tahun yang menghubungkan Kecamatan Batang Serangan ke Sawit Seberang,” ujarnya.

Sementara itu, Wak Nok (64), warga Batang Serangan, mengatakan penyeberangan getek menjadi jalur alternatif yang sangat membantu masyarakat karena jaraknya lebih dekat dibandingkan jalur utama.

“Kalau lewat jembatan itu jauh, harus mutar. Dengan getek ini lebih dekat dan sangat membantu. Cukup bayar Rp3.000 sudah bisa pulang pergi,” jelasnya.
Keberadaan getek hingga kini masih menjadi solusi transportasi murah, cepat, dan efektif bagi warga yang beraktivitas antar kecamatan di wilayah tersebut.
(OM/011)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *