Harunya, Ronalima tak mampu berkata banyak ditambah kucuran air matanya tak mampu dibendung saat menyaksikan kedatangan marga Hutagalung sebagai hula – hula secara garis adat budaya batak.
Sebab baginya suatu kehormatan tak terbalas bisa dikunjungi hula – hula dan berkenalan untuk saling mengenal pasca derita suami yang cukup memprihatinkan.
“Terima kasih atas bantuan hula – hulaku. Meskipun kita baru kenalan tapi serasa orangtuaku hidup kembali. Tak banyak yang bisa kuungkapkan lagi, mohon dibawa dalam doa agar suamiku pulih seperti sediakala, perjuanganku masih panjang sebagai tulang punggung untuk suami dan anak anak,”ujar Ronalima terisak tangis sembari diamini Wakiman yang sedang terbaring.







