Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Karo Meningkat 100 Persen, 5 Orang Meninggal Dunia

oleh -829 views

TANAH KARO – Penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Karo terus meningkat. Masyarakat meminta Pemerintah Daerah Karo untuk melakukan penanangan yang lebih serius untuk memutus rantai penyebaran virus Corona.

Karena, lonjakan kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19 dalam satu bulan terakhir ini sudah lebih dari 100 persen. Dari 21 kasus pada tanggal 30 Juni 2020, hingga menjadi 50 kasus pada tanggal 24 Juli 2020.

Sesuai Update Perkembangan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Karo di lansir dari halaman Facebook milik Dinas Kominfo Karo sampai 24 Juli 2020 hingga pukul 16.00 WIB, terkonfirmasi ada sebanyal 50 pasien positif Covid-19 dan 19 orang dinyatakan sembuh.

Namun sebanyak 5 orang dilaporkan meninggal dunia yang berasal dari Kecamatan Kabanjahe 1 orang, Tigapanah 1 orang, Berastagi 1 orang, Kutabuluh 1 orang dan dari Kecamatan Munthe 1 orang.

Begitupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada sebanyak 5 orang, Orang Tanpa Gejala (OTG) tidak ditemukan alias nol, dan 15 orang saat ini yang terpantau sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP). Namun, untuk orang sebagai Pelaku Perjalanan (PP) terpantau sebanyak 465 orang.

Untuk kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sampai saat ini Kecamatan Kabanjahe dan Kecamatan Berastagi masih menduduki peringkat teratas. Dimana di Kecamatan Kabanjahe ada sebanyak 27 orang dinyatakan positif Covid-19 dan 10 oranga ada di Kecamatan Berastagi.

Selain itu pasien terkonfirmasi positif Covid-19 ada di kecamatan lainnnya seperti Kecamatan Simpangempat 2 orang, Tigapanah 1 orang, Merek 1 orang, Merdeka 1 orang, Dolatrayat 1 orang, Barusjahe 1 orang, Munthe 1 orang, Tiganderket 1 orang, Kutabuluh 1 orang, Laubaleng 1 orang dan Mardinding 2 orang.

Sebelunya diberitakan, melihat penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang semakin hari terus meningkat, masyarakat meminta Pemerintah Daerah (Pemkab) Karo secepatnya mengambil langkah-langkah yang lebih riil.

Hal ini penting, karena jumlah rill pasien yang positif terpapar Covid-19 akan membantu dalam mengambil tindakan secepatnya dalam memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

Oleh karena itu, masyarakat meminta agar Pemerintah Kabupaten Karo secepatnya menyiapkan peralatan yang lebih cepat mendeteksi warga yang positif Covid-19. Kalau perlu hasilnya dapat ditunggu dalam waktu beberapa jam saja, bukan harus menunggu sampai berhari-hari.

“Sebaiknya memang Kabupaten Karo ini sudah bisa membeli alat swab sendiri. Karena, pemeriksaan yang dilakukan selama ini menggunakan rapid tes tidak akurat dan terkesan membuang-buang uang negara saja,” kata Robinson Purba, salah satu pemerhati kesehatan masyarakat di Kabupaten Karo waktu itu.

Menurutnya, penggunaan rapid tes yang dilakukan selama ini untuk mendeteksi apakah seseorang itu terpapar virus corona atau tidak, tidak dapat dijadikan acuan final bahwa yang diperiksa terbebas dari Covid-19.

Oleh karena itu, melihat beberapa kejadian di atas sekaligus untuk membuat masyarakat lebih merasa tenang dan nyaman, Robinson berharap agar Pemda Karo sesegera mungkin untuk membeli alat Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk pemeriksaan swab di Kabupaten Karo.

Reporter : David Kaka