Medan  

Kecelakaan Meningkat Jelang Lebaran 2024, Dishub Sumut Tekan PT KAI

Kadishub Sumut mimpin Rakor upaya antisipasi kecelakaan di perlintasan sebidang

MEDAN | Dinas Perhubungan (Dishub) Sumatera Utara merespon cepat tingginya angka kecelakaan di perlintasan sebidang jelang Lebaran 2024. Salah satu upaya menggelar rapat koordinasi dengan instansi terkait, di Kantor Dishub Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan.

Terdapat total 432 perlintasan sebidang, hanya 105 di antaranya yang resmi dan 326 tidak resmi. Mengatasi potensi kecelakaan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menempatkan 38 titik perlintasan dijaga tenaga Penjaga Jalan Lintasan (PJL) Ekstra masa Posko Angkutan Lebaran 2024, termasuk di Medan, Tebingtinggi, Deliserdang, Simalungun, Asahan, Batubara, Tanjung Balai, hingga Labura

Data kecelakaan menunjukkan, dari 255 temperan sejak 2018 hingga Maret 2024, sebanyak 237 terjadi di perlintasan sebidang yang tidak dijaga, sementara 18 sisanya terjadi di perlintasan yang dijaga. Dari jumlah tersebut, 263 orang menjadi korban, 56 di antaranya meninggal dunia, 68 luka berat, dan 139 luka ringan. Jenis kendaraan yang paling sering terlibat dalam kecelakaan adalah sepeda motor, dengan 118 kasus.

Kadishub Sumut Agustinus menegaskan pentingnya kerjasama antara Dishub Sumut, Ditlantas/Satlantas Polri, PT KAI, Dishub kabupaten/kota, serta Jasa Raharja dalam menangani masalah keselamatan di perlintasan sebidang.

“Kami meminta PT KAI menginventarisir data dari 237 perlintasan sebidang yang tidak dijaga dan memberikan informasi tersebut kepada Dishub Sumut,” katanya, Selasa (26/4/2024) pagi.

Kadishub Sumut meminta Dishub kabupaten/kota melakukan tindakan awal terhadap perlintasan sebidang yang rawan kecelakaan dengan memasang rambu-rambu, marka, atau menempatkan personel Dishub bersama Satlantas Polres pada jam-jam operasional kereta api sebagai langkah proaktif mengurangi risiko kecelakaan di perlintasan sebidang.

“Untuk delapan perlintasan kereta api di jalan provinsi, kami telah melengkapi seluruh perlintasan dengan fasilitas keselamatan seperti rambu dan marka jalan. Bahkan pada tahun ini, kami akan melaksanakan satu unit palang pintu perlintasan di ruas jalan DI Panjaitan, di Kota Tanjung Balai. Secara bertahap, kami akan lengkapi pada tujuh perlintasan di daerah lainnya,” lanjut Agustinus.

Selain itu, Dishub Sumut dan jajaran akan terus melakukan edukasi untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan berlalu lintas. Dukungan dari Jasa Raharja juga diapresiasi, komitmennya mengintensifkan sosialisasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat.

PT KAI juga ditekan meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah, terutama soal perlintasan yang tidak dijaga. Kerjasama antara semua pihak diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan, khususnya menjelang masa mudik Lebaran 2024.

Kepala Seksi Sarana Keselamatan dari Balai Teknik (Baltek) Perkeretaapian Medan, Angga, menambahkan upaya penanganan terus dilakukan pihaknya dengan membangun perlintasan prioritas yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana keselamatan.

Meskipun demikian, dia juga mengakui keterbatasan personel dalam menjaga keamanan di perlintasan sebidang.

“Misalnya dari 89 perlintasan, kami Baltek Perkeretaapian Medan membangun 5 underpas dan 5 perlintasan baru, tentu itu untuk menekan resiko. Begitu juga di tahun ini, kami bersama PT KAI Divre I menargetkan menutup 14 perlintasan yang potensial rawan kecelakaan,” pungkas Angga.

Reporter, Toni Hutagalung