KPU Asahan Gelar Bimtek Relawan Demokrasi, Ini Tugasnya

Komisioner KPU Asahan, Rahmawani saat membintek puluhan relawan demokrasi. ORBIT/Heri

Kisaran – ORBIT: KPU Kabupaten Asahan menggelar bimbingan teknis (bimtek) yang diikuti 55 relawan demokrasi di aula STIE Muhammadiyah Asahan. Bimtek menghadirkan 4 orang komisioner KPU Kabupaten Asahan, Senin (21/1/2019).

Anggota KPU Kabupaten Asahan Rahmawani didampungi Samiun Sembara menjelaskan, bimtek dilakukan untuk membekali para relawan terkait tugas pokok dan fungsinya.

“Kemarin kita sudah melantik 55 orang relawan sekaligus bimtek. Puluhan relawan tersebut bertugas menyosialisasi terkait Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kepada masyarakat di Kabupaten Asahan,” kata Rahmawani kepada Orbit, Selasa (22/1/2019).

Dikatakan, dari 55 orang relawan demokrasi yang dikukuhkan itu, diharapkan mereka bisa menyampaikan informasi kepemiluan secara utuh kepada masyarakat.

Ditambahkan Samiun, puluhan relawan itu secara prinsip bekerja sosial, menjadi penyambung lidah KPU sesuai basis pemilih yang telah ditentukan agar kualitas pemilu mendatang semakin baik.

“Harapannya partisipasi pemilih meningkat dan kepercayaan publik terhadap penyelenggara juga demikian. Lalu agar masyarakat semakin sadar akan hak pilihnya termasuk pemilu merupakan tanggungjawab bersama,” kata Samiun.

Lebih lanjut Samiun menuturkan, sesuai target tahun ini jumlah partisipasi masyarakat dapat mencapai angka sedikitnya 75 persen.

Sementara itu, Ketua KPU Asahan Hidayat SP dikonfirmasi Orbit secara terpisah mengatakan, jika relawan demokrasi ini merupakan ujung tombak bagi KPU dalam mensosialisasikan program KPU.

“Relawan Demokrasi ini dibentuk untuk menyampaikan pesan-pesan kepemiluan, kebenaran pemilu, dan untuk menangkal hoax dan SARA,” katanya.

Relawan Demokrasi ini akan dikelompokan kedalam sepuluh basis yang mewakili kelompok masyarakat seperti pemilih pemula, perempuan, keluarga, keagamaan, muda, komunitas, netizen, disabilitas, dan lainnya.

Dari sepuluh basis ini mereka dituntut untuk bisa menyampaikan program dan informasi dari KPU dengan baik dan benar.

“Mereka tidak sekedar sosialisasi, tapi juga meningkatkan kepemahaman pemilih dan mengiternalisasi pemahaman itu,” kata Hidayat yang mengaku dirinya masih berada di Medan.

Masih dari Hidayat, pemilih harus berani bertanggungjawab atas pemilihannya, jadi pemilih harus memahami memilih untuk apa dalam pemilu 2019 nanti. Od/Her