Mahyadi dalam sambutannya berbagi cerita tentang Sunda kemungkinan berasal dari bahasa Sansekerta yang bisa berarti ‘cahaya’ atau ‘air’ dan jujur , Secara umum masyarakat Sunda, dikenal sebagai masyarakat yang lembut, religius, dan sangat spiritual. Kecenderungan ini tampak sebagaimana dalam pameo silih asih, silih asah dan silih asuh; saling mengasihi (mengutamakan sifat welas asih), saling menyempurnakan atau memperbaiki diri (melalui pendidikan dan berbagi ilmu), dan sangat menghargai budaya leluhur mereka. Sama dengan masyarakat etnis lainnya yang juga terus mempertahankan budaya dan kesenian tradisional.
Menurut Ketua Kosgoro kota Binjai ini Kebudayaan Sunda juga merupakan salah satu kebudayaan yang menjadi sumber kekayaan bagi bangsa Indonesia yang dalam perkembangannya perlu dilestarikan khususnya di Kota Binjai.
“Jujur saya katakan setiap pagi Sabtu dan Minggu ketika bersih –bersih di rumah saya selalu mendengarkan lagu –lagu sunda ,karena itu kedepan kebudayaan sunda dan etneis lainnya kita lestrikan di kota Binjai ,” jelas Kaban Kesbangpol Drs HT Syarifuddin MAP.
Abah Tengku Syarifuddin sapaan akrab TSyarifuddin bertekad akan mengembangkan potensi budaya yang ada di kota Binjai untuk dijadikan sebagai sebuah destinasi wisata tradisionil.
“Kita lakukan komunikasi, koordinasi dan kolaborasi dengan DPRD dan stake holder terkait . Tujuan utamanya untuk meningkatkan giat budaya di kota Binjai ,” pungkasnya .
H Kires dalam sambutannya menyatakan kesiapannya untuk menganggarkan alokasi dana untuk 18 etnis di Kota Binjai tujuannya untuk mengembangkan etnis budaya di Kota Binjai.
Reporter : Arifin Pohan







