Kwalahan Mengajar Anaknya, Orang Tua Minta Siswa SD Bisa Belajar Tatap Muka

oleh -306 views

ACEH SINGKIL- Akibat dampak virus COVID-19, banyak orang tua di Singkil mengaku kewalahan membimbing anaknya belajar dirumah dengan sistem Daring (belajar dalam jaringan).

Sehingga mereka berharap agar Pemerintah segera mengintruksikan sekolah-sekolah, untuk bisa kembali dilaksanakannya belajar tatap muka bagi siswa SD.

Warga Desa Pulo Sarok Sarbaini Agam salah satu wali murid di Singkil, Rabu (29/7/2020) mengaku tidak mampu membimbing anaknya belajar.

“Gimana kita mau mengajar, anak tadi pun manja sama orang tua, terakhir malas-malasan dan tidak serius belajar, akhirnya bikin gak sabar. Buat emosi kita aja, karena bukan itu aja kerjaan kita,” ucap Agam.

Dari pada kasian anak-anak terus kita marahi kalau belajar, alangkah baik nya sudah saatnya dimulai belajar tatap muka di sekolah.

“Belum lagi orang tua pun gak tamat SD, dan ada yang tidak bisa baca tulis, kemudian harus mengajar anaknya. Ada pula anaknya yang sudah SMP, macam mana pula tuh, ya gak maksimal pembelajarannya,” bebernya.

Aceh Singkil merupakan kawasan zona hijau. Selama dua minggu SMP dan SMA sudah belajar dan Alhamdulillah aman. Termasuk dikawasan zona merah sampai saat ini anak-anak sekolah juga aman.

Sehingga sudah saatnya murid SD bisa masuk belajar tatap muka di sekolah. Namun dengan konsekwensi tetap mematuhi protokoler kesehatan.

Dengan mencuci tangan dan pakai masker serta pemeriksaan suhu tubuh saat masuk dan pulang sekolah. “Kami tetap akan patuhi itu,” ucap Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Aceh Singkil itu.

Persoalan lainnya, belum lagi adik saya juga kwalahan belajar dengan sistem dalam jaringan (Daring). Karena kondisi yang minim sehingga tidak memiliki sarana-prasarana android.

Sudah saya kasi android bekas-bekas, dia juga tidak bisa mengoperasikannya, akhirnya terpaksa menumpang minta bantuan tetangga saat belajar, ujarnya yang mengaku khawatir dengan pendidikan anak-anak jika terus dilaksanakan pembelajaran Daring tersebut.

Agam berharap pemerintah segera mengintruksikan sekolah-sekolah agar bisa segera kembali melaksanakan belajar tatap muka. Sehingga pendidikan mereka tidak hanya berharap dengan jaringan, tanpa bimbingan etika dan akhlaknya, tandas Agam.

Reporter : Saleh