Kejari Labuhanbatu Geledah 2 Kantor Kades Labura

oleh -255 views

LABUHANBATU – Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu melakukan penggeledahan terhadap Kantor Kepala Desa Perkebunan Halimbì dan Kantor Kepala Desa Bulungihit Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) pada hari Rabu (29/07/2020) untuk mencari dokumen terkait penggunaan dana desa.

Demikian disampaikan Kajari Labuhanbatu Kumaedi SH melalui Kasi Intelijen Syahron Hasibuan SH didampingi Kasi Pidsus M Husairi SH, kepada wartawan, Kamis pagi (30/07/2020).

Penggeledaham yang dilakukan penyidik dari Kejari Labuhanbatu itu dipimpin Kasi Intel Syahron Hasibuan dan Kasi Pidsus M Husairi dibantu Hasan Afif Muhammad, Sepstian Tarigan, Rizky Syahputra dan Ahmad Hakim Harahap serta dibantu beberapa staf.

Syahron menerangkan, tim penyidik Kejari Labuhanbatu melakukan penggeledahan di Kantor Kades Sesa Perkebunan Halimbe di mulai Pukul 11.00 WIB hingga Pukul 14.00 WIB dan di Kantor Kepala Desa Bulungihit mulai Pukul 15.30 WIB hingga Pukul 18.30 WIB dibantu pengawasan polisi dari Polsek Aek Natas dan Polsek Marbau.

“Dari 2 kantor kepala desa tersebut penyidik berhasil mengamankan beberapa dokumen dan berkas aliran dana terkait penyalahgunaan dana desa,” terang Syahron.

Untuk sementara tim penyidik masih bekerja dan secepatnya akan mengabarkan status terhadap 2 kepala desa tersebut karena saat ini Kejari Labuhanbatu masih menunggu tim ahli terkait kerugian dana desa di 2 desa tersebut, tutup Syahron.

M Husairi menambahkan, pada saat melakukan penggeledahan kantor Kades Perkebunan Halimbe dan Bulungihit kedua kepala desa tidak berada ditempat, bahkan ruang kerja Kades Perkebunan Halimbe tergembok sehingga dilakukan pendobrakan pintu yang disaksikan perangkat desa kepolisian dan camat.

“Sepertinya kedua kepala desa tersebut tidak kooperatif karena tidak berada ditempat padahal masih dalam jam kerja,” ujar Husairi.

Sebelumnya, pada perayaan HBA ke 60 lalu, Kajari Labuhanbatu Kumaedi mengatakan, telah menaikkan status dua kasus dugaan korupsi dana desa di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) dengan total kerugian negara mencapai Rp 1,4 miliar ke tingkat penyidikan.

Menurut Kumaedi, potensi kerugian negara atas dugaan korupsi di Desa Perkebunan Halimbe mencapai Rp 500 juta sedangkan di Desa Bulungihit kerugian negara mencapai Rp 900 juta. “Kasus ini sudah di ekspos dan sudah dinaikkan statusnya ke tingkat penyidikan. Kerugian negara mencapai Rp 1,4 miliar,” papar Kumaedi.

Reporter: Robert Simatupang