Ijeck menambahkan, wisuda ini bukan menjadi akhir bagai para Hafiz dan Hafizah karena ke depan tantangan akan semakin berat, sehingga apa yang telah dihafal dan dipelajari bisa terus diulang dan ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kehidupan sekarang ini penuh kerisauan. Risau dengan istri, anak karena kadang kesusahan kehidupan sering membuat hidup kita goyah, membuat hidup kita gampang terpengaruh. Maka saya berharap generasi muda yang akan memimpin negara ini kuat secara ilmu dunia tapi juga kuat secara ilmu agama. Mudah-mudahan di Sumut terus lahir penghafal-penghafal Al-Quran,” ujarnya.
PPDTKS, lanjut Ijeck, diharap bisa terus berkontribusi memberi sumbangsih dalam melahirkan generasi bangsa yang beriman, berilmu dan beramal soleh.
“Semoga pemerintah dan secara pribadi tergerak hatinya untuk membantu menginfaqkan hartanya untuk kemajuan program ini,” tutup Ijeck.







