Operasi 24 Jam, KCP Bank Aceh di Pulau Banyak Mudahkan Wisatawan dan Pengusaha

KCP Bank Aceh Pulau Banyak membantu percepatan perkembangam masyarakat

ACEH SINGKIL | Kepulauan Banyak di Wilayah Aceh Singkil, yang telah miliki sebuah Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Aceh Syariah, kini tak lagi sering-sering mengarungi lautan dalam proses transaksi keuangan.

KCP Bank Aceh Pulau Banyak dibawahi Bank Aceh Syariah Aceh Singkil diresmikan sejak Senin (4/7/2022) oleh Bupati Aceh Singkil Dulmusrid benar-benar berdampak baik terhadap para pengusaha maupun wisatawan di sana.

KCP Bank Aceh berdiri untuk melayani dua kecamatan, yakni Kecamatan Pulau Banyak dan Kecamatan Pulau Banyak Barat. Bank pembantu tersebut tentunya diterima dengan baik, karena kawasan wisatawan yang tentunya welcome dan ramah tamah.

Para pelancong atau wisatawan lokal, kini bila tak membawa uang tunai, sangat direkomendasikan memanfaatkan Bank Aceh, baik melalui ATM maupun uang tunai.

Amatan wartawan, saat berkunjung ke Desa Pulau Balai, salah satu desa di Kecamatan Pulau Banyak perekonomian pengusaha semakin bergeliat. Baik dibidang pengusaha kelontong, perikanan, dan perkantoran pemerintah.

“Untuk saat ini sejak berdirinya KCP Bank Aceh di Pulau ini sangat membantu Pegawai Negeri Sipil dalam bertransaksi mengambil gaji,” kata warga setempat, Ardianto salah seorang Pengusaha Nelayan di Pulau Balai kepada AJNN.

Sehingga, katanya, para bendahara PNS juga dalam pengurusan amprah cukup di Pulau Balai saja.

Selain itu, sambungnya, dibidang Sektor Perikanan, para pengusaha ikan laut atau familier disebut toke ikan ini juga dalam bertransaksi lebih memudahkan dalam jumlah yang besar.

Dia mengatakan, selama ini memang soal bertransaksi jual beli ikan ke pengusaha-pengusaha rumah makan, notabene wilayah Medan, Provinsi Sumatera Utara menggunakan warung jasa konvensional.

“Selama beberapa tahun ini dalam bertransaksi mereka menggunakan Electronic Data Capture (EDC) dari Bank Konvensional, namun jumlahnya di bawah Rp20 jutaan, tapi kini setelah KCP Bank Syariah bisa mencapai seratus juta lebih,” ungkapnya.

Pokoknya sejak ada KCP Bank Aceh beroperasi dalam tempo satu bulan lebih menurutnya dirasa sangat bermanfaat.

Sementara nasabah lainnya menyebutkan KCP Bank Aceh sangat membantu, namun masih mempunyai kelemahan, yakni notifikasinya sangat lama, entah karena jangkauan sinyal atau masih baru berproses.

Sehingga terkadang masih menggunakan Bank Konvensional atau warung-warung menggunakan jasa transfer.

Terkait itu, seorang anggota DPRK Aceh Singkil Amran sidik akrab disapa Ukil ditemui wartawan, disela-sela kegiatannya di Pulau Balai, mengatakan hal senada, bahwa manfaat dari KCP Bank Aceh, sangat memudahkan transaksi karena nominal mampu mencapai ratusan juta rupiah, selama ini bila melalui Bank Konvensional hanya mampub bertrandsaksi maksimal Rp20 juta.

“Saya apresiasi sekali Bank Aceh sangat membantu sekali para pengusaha di Kepulauan khususnya di sektor perikanan,” imbuhnya.

Capai Miliaran

Kepala KCP Bank Aceh Pulau Banyak Satria Mandaraira menyebutkan, minat para nasabah persentasenya lumayan. Mayoritas nasabah pengusaha ikan dan nelayan. Artinya sektor utama sasaran sektor perikanan.

“Dalam satu bulan lebih ini, Jumlah nasabah mulai Pulau Baguk, Pulau Balai hingga Teluk Nibung sekecamatan Pulau Banyak ditotal sudah ada sebanyak 60 persen yang buat rekening maupun ATM,” ujarnya.

Pihak KCP juga sudah merambah ke Pulau Banyak Barat, sudah turun dan Sosialisasi di pusat Kecamatan Desa Haloban. Bahkan langsung didampingi para pimpinan Kecamatan, yakni pak Camat, sejumlah Kechik-kechiknya.

“Ibu-ibu PKK, dan menempuh perjalanan ke Ujung Sialit. Alhamdulillah responnya luar biasa,” sebutnya.

Bahkan, sambungnya dengan adanya berdiri KCP Bank Aceh Syariah ini, mereka sangat terbantu, terutama di pelayanan Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

KCP Bank Aceh Syariah melayani ATM siap 24 jam dan stok uang persediaan tetap diusahakan tidak pernah putus.

“Dijaga jangan sampai kosong. Tetap dioptimalkan,” ujarnya.

Dia juga mengungkapkan transaksi perputaran uang dalam satu bulan di Pulau Banyak lebihbdari satu Milyar Rupiah. Apalagi stok uang atm dalam satu pekan dipastikan tidak bertahan. ,”Begitu kencangnya sehingga stok uang di ATM harus stanbay diisi jangan sampai habis,”imbuhnya.

Namun, kelemahan juga tergantung pendapatan di sektor perikanan, yakni bila musim angin barat dipastikan pendapatan nihil dan musim angin timur pendapatan ikan lumayan.

Dia juga mengaku terkhusus wisatawan lokal sangat membantu sekali. Mereka tidak mesti membawa banyak uang tunai dan menginap di Pulau Palambak ketika kehabisan uang tidak perlu lagi ke Singkil, cukup ada di pulau balai.

Reporter ; Helmi