Pemkab Karo Gelar Sosialisasi GEMAPATAS Serentak

Masyarakat Desa Batu Karang tekun mengikuti arahan pemasangan tapal batas secara serentak di seluruh Indonesia. (Foto/Ist)

KARO | Bupati Karo, Cory Sriwaty Sebayang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Karo, Caprilus Barus, SSos hadiri Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas (GEMAPATAS), Jumat (2/2/2023) di Desa Batukarang, Kecamatan Payung.

GEMAPATAS merupakan kegiatan pencanangan 1 (satu) juta patok tanda batas bidang tanah serentak di seluruh Indonesia yang merupakan program dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Kegiatan ini merupakan sebagai salah satu langkah awal dalam upaya program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang bertujuan untuk menggerakkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memasang dan menjaga tanda batas tanah yang dimiliki.

Pelaksanaan GEMAPATAS ini dicatat pada Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pemasangan satu juta patok batas bidang tanah yang dilaksanakan serentak seluruh Indonesia.

Dikesempatan itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Karo beserta jajaran mendukung sepenuhnya program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

“Kegiatan ini membutuhkan dukungan serta partisipasi aktif dari seluruh pihak, baik pemerintah, masyarakat dan pemilik tanah, dimana pemilik tanah berkewajiban dalam memasang dan menjaga patok tanda batas tanahnya yang dilakukan bersama-sama dengan tetangga pemilik tanah yang berbatasan,” ungkapnya.

“Di Kabupaten Karo sendiri akan dilaksanakan pemasangan sebanyak 300 patok batas bidang tanah di Desa Batukarang yang disiapkan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Karo bersama dengan Pemerintah Desa dan Pemerintah Kecamatan,” lanjutnya.

Hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Frans Leonardo Surbakti, SSTP, Camat Payung, Juni Antomi Kemit, SSTP MSi, Kepala Desa Batukarang, Malem Kita Bangun, perwakilan Kejaksaan Negeri Kabanjahe, Ruth Ulama Sari dan masyarakat Desa Batukarang.

Reporter : Daniel Manik