Peserta Seleksi Masuk UINSU Minati Pendidikan Umum

oleh -181 views

MEDAN -Peserta Ujian dengan memakai Sistim Elektronik Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SSEUM-PTKIN) di Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut tahun 2020 lebih diminati jalur pendidikan umum yang terdapat di kampus UIN Sumut.

Hal ini tergambar dari penjelasan yang disampaikan Rektor UIN Sumut Prof Dr H Saidurrahman,MA melalui Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kelembagaan Prof Dr H Syafruddin MPd pada media di UIN Sumut Jalan William Iskandar Deliserdang, Senin (3/8/2020).

Lebih lanjut Prof Dr. H Syafruddin MPd mengatakan pada tahun 2020 ini UIN Sumut dalam SSEUM-PTKIN) telah menyiapkan kouta sebanyak 6.500 orang untuk beberapa  jalur.

Dan dari jumlah kouta itu peminat teratas jalur Ujian Masuk PTKIN adalah Pendidikan umum

Adapun peminat teratas jalur ujian masuk PTKINdi UIN Sumut  itu diantaranya Pendidikan Agama islam, Pendikan Syariah, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Ekonomi Islam dan Akuntasi Syariah.

“Jika dilihat peserta yang mengikuti seleksi memang banyak memilih pendidikan umum,” ungkap Syafruddin didampingi Karo Adminstrasi¬† Akademik Kemahasiswan dan Kerjasama Dr H Dur Brutu, Kapus Teknologi Informasi dan Data Dr M Ridwan serta Humas UINSU Yuni.

Saat ditanyakan mengapa peserta ujian lebih meminati dan memilih pendidikan umum  dibandingkan pendidikan agama, Syafrudidn menjelaskan hal ini disebebkan akses peluang kerja bagi pendidikan umum lebih terbuka dan secara sosilologi mereka mengarah pada pendidikan umum.

“Masyarakat mengganggap jalur ini lebih mudah untuk peluang kerja seperti menjadi PNS, begitupun  pendidikan Agama pada tahun 2020 di UN Sumut juga tidak kalah banyaknya diminat perserta ujian masuk PTKIN,” ujar Syafruddin.

Namun begitu ada beberapa daerah di luar Sumut yang juga minat pesertanya mengikuti pendidikan agama seperti pada Fakultas Usuludin  cukup banyak dan itu terdapat didaerah Sumbar. Jika dilihat secara sosiologi masyarakat Sumbar lebih banyak berprofesi sebagai pedagang.

Syafruddin menambahkan ujian masuk Perguruan Tinggi tahun 2020 ini jauh berbeda dengan tahun sebelumnya karena dilakukan secara daring atau online dari tempat tinggal masing-masing peserta.

Kebijakan ini diambil oleh Panitia Nasional dalam rangka pencegahan penyebaran Covid 19 serta menerapkan protokol kesehatan selama masa pendemi Covid 19 sesuai dengan anjuran pemerintah.

Sedangkan penyelenggaran UM-PTKIN dilaksanakan secara bersamaan oleh UIN, IAIN dan STAIN di seluruh Indonesia yang dikoordinasi Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama RI.

Dan melalui ujian ini diharapkan dapat menjaring mahasiswa yang memiliki kemampuan yang baik dan dapat menyelesaikan penddikan tinggi tepat waktu.

“Ujian masuk dilaksanakan pada tanggal 3 s/d 6 Agustus 2020,” pungkas Syafruddin.

Adapun jumlah kouta 2020 sebanyak 6.500 untuk 5 jalur dengan rincian sebagai berikut :1. Jalur UM-PTKIN  sebanyak 1.850 orang untuk 30 prodi, 2 Jalur SNMPTN  722 orang ,3. Jalur SPAN PTKIN  1850  orang jumlah yang dianyatkaan lulus dan daftar ulang 722 orang. 4 Jalur UTBK SBMPTN  722 orang yang sedang menunggu hasil pengumuman 5 Agustus 2020 . 5 Jalur UM Mandiri 1356 orang masih dalam jadwal pendaftaran 22 Juni s/d 27 Agustus 2020.

Reporter: Amirul Tanjung