Pokja Wartawan Polres Langkat Dilahirkan PWI, Darwis : Kita Tak Mengurusi Dapur Orang Lain

Ketua PWI Langkat Darwis Sinulingga. (Foto/Ist).

Herannya selama ini kemana saja kenapa tidak pernah berinisiatif membuat Pokja. Namun setelah PWI membuat Pokjanya sendiri jadi ribut.

“Kenapa jadi ribut, mencampuri rumah tangga orang lain. Janganlah menjadi orang yang sudah tidak mampu berkarya, terus mengusik karya orang lain. Cukuplah, jangan terus mempermalukan diri sendiri,” ujarnya.

Ketiga, berani secara tegas dikatakan anggota Pokja adalah wartawan profesional Karena PWI adalah organisasi kostituen (terverifikasi) Dewan Pers.

Masuknya pun tidak mudah, melalui ujian yang berstandar. Selain itu para anggota PWI juga sudah mengikuti dan lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digawangi Dewan Pers.

“Jadi yang menyebutkan mereka wartawan profesional adalah Dewan Pers, lembaga yang merumuskan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Sebab mereka dalam wadah organisasi kostituen (PWI) dan sudah lulus UKW,” paparnya.

“Jadi yang mengatakan wartawan itu profesional atau tidak bukan saya tapi Dewan Pers, tandas Darwis.

Bentuk wartawan yang tidak Profesional itu, ya memuat berita hanya sepihak saja. Seperti yang terjadi hari ini, mereka membuat berita tentang Pokja, harusnya konfirmasi kepada Ketua Pokja bukan beropini ria.

“Soal Kapolres Langkat yang diangap pilih kasih, menurut Kami bapak Kapolres terbuka kepada siapa saja apalagi wartawan, jadi intinya apa yang ditudingkan kawan-kawan karena minimnya komunikasi sebenarnya, makanya jadilah wartawan yang Profesional bukan mengedepankan opinis dan emosional ketika membuat suatu berita” tutup Darwis seraya menambahkan dirinya selalu terbuka kepada rekan-rekan bila ingin berkomunikasi.

Reporter: Susanto