Poldasu Yakini Kematian Aktivis Walhi Sumut Golfrid Bukan Karena Penganiayaan

oleh -152 views
Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto (kiri) saat mendengarkan pemaparan dari Kasatlantas Polrestabes Medan AKBP Juliani Prihartini terhadap analisis kerusakan sepedamotor yang dikendarai Golfrid Siregar, di halaman Mapolda Sumut, Jumat (11/10/2019). (orbitdigitaldaily.com/Diva Suwanda)

MEDAN – Misteri kematian aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumut, Golfrid Siregar mulai menemui titik terang.

Persepsi-persepsi miring yang menyebut Golfrid tewas diduga karena penganiayaan, agaknya dibantah.

Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) mengungkap satu persatu rangkaian fakta yang menurut mereka menyingkap tabir misteri kematian pria berusia 35 tahun yang menjadi kuasa hukum Walhi Sumut ini.

Menggelar press rilis di Aula Utama Mapolda Sumut, Kapolda Irjen Pol Agus Andrianto memboyong Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum), Direktur Lalulintas (Dirlantas) dan Kalabfor Cabang Medan Polda Sumut.

Menurutnya, berdasarkan bukti dan fakta yang didapati dalam penyelidikan, polisi menduga kematian Golfrid disebabkan kecelakaan lalulintas (Laka) tunggal.

“Fakta-fakta penanganan dari lalulintas, penyelidikan yang dilaksanakan reskrim dan pemeriksaan laboratorium forensik sementara ini dugaan kita, dugaan keras (kematiannya) laka tunggal,” ujar Agus di Mapolda Sumut, Jumat (11/10/2019).

Penegasan jendral bintang dua ini setelah ia mempersilakan Direskrimum, Kasatlantas dan Kalabfor Cabang Medan Polda Sumut mengungkapkan sejumlah fakta-fakta yang mereka temukan.

Direskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian Djajadi pun menyatakan setidaknya ada 16 saksi diperiksa terkait kasus ini.