Polres Batubara Pecat 6 Bintara Selama 2018

Kapolres Batubara AKBP Robinson Simatupang,SH.M.Hum,  Wakapolres Kompol Herwansyah, dan Kabag Ops Kompol K.Purba photo bersama dengan sejumlah wartawan.

BATUBARA | Enam Bintara  Polres Batubara dikenakan pemecatan alias Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH), sementara tiga orang lagi menyusul, pada umumnya dalam kasus narkoba.

“Saya sudah perintahkan kepada propos segera di sosialisasikan kepada kepala desa dan masyarakat, agar oknum – oknum tersebut yang sudah PDTH itu tidak lagi mengogapi warga kita dan tidak lagi  mengaku – ngaku selaku oknum polisi,” sebut Kapolres Batubara AKBP Robinson  Simatupang,SH.M.Hum pada ekspose kinerja  selama 2018, kemarin.

Pada acara itu hadir Wakapolres Batubara Kompol Herwansyah, Kabag Ops Kompol Kuasa Purba, Kasat Intel AKP Romi Damanik, Kasat Binmas AKP Gunawan dan Kasat Lantas AKP Ferrymon dan sejumlah wartawan.

Dijelaskannya, anggota Polri yang di PDTH itu sudah ada sejak pembentukan Polres Batubara, mereka adalah Brigadir MIS, Brigadir MS,Brigadir CH, Briptu MI, Briptu S, Briptu DMD. “Mereka pindahan dari mana-mana mungkin otaknya sudah heng mengisi di Batubara, sudah dibina diobati tapi tak mau berubah dan membaik, ya dilakukan sidang dan PDTH,” ungkap Robinson Simatupang.

Kepada wartawan Robinson menyampaikan  terimakasihny kepada  media yang sudah banyak membantu dalam menginformasikan kegiatan jajarannya yang positif. Ia juga mengharapkan dengan kemitraan ini kedepannya semakin baik dalam pelaksanaan tugas, sesuai visi misi media dan polisi.

Kinerja Polres Batubara dibidang pemberantasan korupsi meningkat dengan penuntasan dua kasus korupsi. Begitu juga gangguan kamtibmas disampaikannya menurun dari tahun 2017 berkisar 22%.

Dikatakannya upaya peningkatan keselamatan berlalulintas tetap menjadi atensi, dengan mengeluarkan 12000 surat tilang. Faktanya Korban meninggal dunia turun 11,62%.

” Sejak operasi lilin ini, kita nyatakan disepanjang wilayah hukum Polres Batubara nihil lakalantas, mudah mudahan demikian seterusnya”, harap  Simatupang. Robinson

Sementara angka pencabulan terhadap anak masih tinggi cenderung meningkat, tahun 2017 dari 35 kasus selesai 38 kasus. Tahun 2018 naik ke 41 kasus penyelesaian 45 kasus. ” Angka penyelesaian meningkat karena adanya split atau pengaduan balik,” kata Simatupang. Od-Sai