Potret Miris Warga Belum Merdeka Nikmati Listrik, Edison: PLN Harus Ganti Tiang Beton

oleh -237 views

MEDAN – Meski sudah 75 Tahun Indonesia potret miris terjadi di Jalan Bunga Rampai VII Gg PGRI Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan dimana masyarakat belum bisa mendapat pelayanan serius dari pemerintah melului PLN Cabang Pancur Batu.

Pasalnya warga belum memiliki tiang listrik beton yang dibangun oleh pemerintah melalui PLN di komplek tersebut, meski ada tiang besi mini hal itu merupakan pembelian swadaya masyakat.

Edison Nainggolan mewakili warga  Jalan Bunga Rampai VII Gg PGRI Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan mengatakan, mati lampu di wilayahnya sudah menjadi hal langganan rutin.

“Sudah menjadi langganan tiap hari itu bang. Makanya setiap pagi pusing kepala gara-gara tidak bisa pakai lampu akibat listrik padam. Bahkan sudah jam 8:30 WIB ini tapi belum hidup juga. Tiap hari kami mengeluh dengan pelayan PLN ini,” kata Edison kepada orbitdigildaily.com, Kamis (2/7/2020).

Ironisnya lanjut Edison meski warga harus merogoh koceh dengan swadaya untuk menambah pembelian beberapa material listrik secara pribadi, namun pihak PLN tidak ada memberikan sedikit keringanan kepada warga.

Apalagi yang menyangkut tagihan listrik. Apabila warga telat membayar pihak PLN langsung mendenda bahkan mencabutnya.

Sebagai warga dan pelanggan kata Edison sangat kecewa dengan pelayanan PLN yang dinilai terkesan mengabaikan konsumen dan mementingkan keuntungan sepihak.

“Tidak hanya kecewa kami juga sangat kesal terhadap pelayanan PLN Cabang Pancur Batu. Alasanya selain tiang listrik berbahan besi serta kabelnya dan lampu jalan dibeli secara swadaya oleh masyarakat. Tapi kejadian listrik padam ini yang membuat kami pusing. Sementara PLN hanya menagih tiap bulan, tapi jika telat tinggal cabut,” katanya.

Melihat kejadian itu Edison mengaku belum merdeka dalam menikmati pelayanan pemerintah melalui PLN selama ini.

“Buktinya sampai hari ini kami belum bisa menikmati penerangan yang maksimal. Kami seakan dianak tirikan oleh pemerintah. Sementara ditempat yang lain sudah disediakan pelayanan listrik dari PLN dengan layak. Hingga tahun 2020 ini kami belum bisa menikmati pelayanan yang layak itu,” keluh Edison didampingi beberapa warga sekitar sembari menunjukan kondisi tiang listrik yang dibeli secara swadaya.

Sebagai warga negara Edison dan tetangganya mengaku sedih melihat akibat belum mendapatkan pelayanan yang layak.

“Tidak jauh dari komplek kami ini sudah ada tiang listrik beton yang berdiri kokoh dengan kabelnya besar. Sementara di komplek Jalan Bunga Rampai VII Gg PGRI Kelurahan Simalingkar B ini tak ada satu pun tiang beton yang diberikan pemerintah melalui PLN. Apa tidak miris kita melihat itu, hanya terlihat tiang mini berbahan besi yang dibeli warga hingga sampai saat ini. Wajar lah kami belum merdeka dalam penerangan,” cetusnya.

Sehingga kata Edison pelayan buruk PLN harusnya diperbaiki kedepanya supaya warga tidak mempertanyakan tanggungjawab PLN selama ini.

“Sebenarnya dimana kehadiran Pemko Medan melalui PLN selama ini. Seyogianya memberikan pelayanan publik bukan menyusahkan rakyat kecil seperti kami,” katanya lagi.

Sehingga mewaliki warga Edison meminta kepada pihak PLN untuk mengoptimalkan pelayanan dengan memperbaiki dan mengganti tiang listrik yang lebih layak.

“Ada sebanyak 8 lebih tiang besi yang kami beli. Kami minta kepada PLN untuk mengganti dengan tiang beton lengkap dengan kabel yang layak. Jika bisa semua tiang di komlek ini bisa diganti. Supaya pelayanan pemerintah benar hadir ditengah masyarakat,” terangya.

Dalam waktu dekat ini kata Edison warga akan datang ke kantor PLN untuk menyampaikan aspirasnya serta memberikan surat agar keluhan warga diperhatikan.

“Bahkan kami juga sudah sampaikan keluhan ini ke DPRD Kota Medan. Semoga keluhan kami segera mendapat perhatian,” ujarnya.

Reporter: Antonius Samosir