Raih Dunia Seperlunya, Kejar Akhirat Sepenuhnya

Para jemaah Masjid Raya Miftahul Iman Jalan Panglima Denai Medan serius mendengarkan ceramah Ustad Kusnadi Ragil Imam SPdI, pada Pengajian Minggu Subuh (25/09/2022). Foto/P’Kar

MEDAN | Pesan para sahabat Nabi sebagaimanan diriwayatkan para ulama, Muhammad Rasullulah SAW pernah mengingatkan kepada umatnya, tidak ada batasan untuk mengejar dunia sebagai upaya mendapatkan kesenangan, tetapi jangan lupa untuk meraih akhirat.

Demikian salah satu bait kata inti yang disampaikan Al-Ustad Kusnadi Ragil Iman SPdI pada ceramah agama yang disampaikan dalam pengajian Minggu Subuh (25/09/2022) di Masjid Raya Miftahul Iman Jalan Panglima Denai Medan Denai.

Para ulama menyimpulkan bahwa pesan Rasullulah SAW tersebut mengandung makna yang cukup dalam. Karena jika dikaji secara sederhana hidup di dunia ini hanya hiasan belaka, kaya pun kita tetap mati, miskin pun mati (istilah Ustad Kusnadi ekstrim).

Kalau sudah mati/meninggal dunia semua kekayaan di dunia akan tinggal. Rumah mewah, kendaraan mahal, isri cantik, anak berhasil memiliki kedudukan dan lainya, semua tidak dibawa cuma kain kafan yang disediakan STM.

Kata ustad, ibarat kita pulang kampung biasanya ada yang dibawa berupa oleh-oleh sebagai hadiah/tanda mata untuk diberikan kepada orang-orang disayangi di kampung halaman dan itu suatu hal yang sangat membanggakan.

Tetapi jika pulang hanya tangan kosong, padahal sudah bertahun merantau tentu ini tidak lazim. Begitu juga kita hidup di dunia, diberi kesempatan oleh Allah seluas-luasnya, tetapi tak mau besyukur atas nikmat yang diberikan, itu sangat keterlaluan.

Seperlunya Saja

Allah memberi kesempatan hidup kepada manusia hanya sekali, sementara kesempatan dan kesenangan terus menerus di dunia tidak dimanfaatkan untuk tunduk kepada-Nya, alangkah ruginya manusia seperti itu.

Menurut ustad, mari lakukan apa yang menjadi kewajiban kita di dunia. Allah hanya perintahkan kepada umat manusia laksanakan perintah dan jauhi larangannya. Tidak ada yang melarang anda mempunyai apa pun yang bisa dimiliki di dunia ini, tetapi harus ingat kewajiban kepada sang maha pencipta.

Jangan lupa daratan, tidak lupa ibadah. Raih dunia ini seperlunya saja tetapi kejar akhirat sepenuhnya. Perbaiki silaturahmi sesama manusia dan tingkatkan hubungan kepada Allah, niscaya apa yang kita inginkan dikabulkan.

Suatu saat jika dipanggil kita sudah siap dengan oleh-oleh yang diinginkan Allah, bukan harta dan bukan benda berharga selama di dunia, tetapi amal ibadahlah menjadi taruhan serta jaminannya, kata Ustad Kusnadi Ragil Imam.

Karyadi Bakat