Refleksi 77 Tahun Indonesia Merdeka

Era Orde Lama ; Pondasi Kesadaran Satu Bangsa

Merupakan era saat awal-awal Indonesia Merdeka. Ancaman melanjutkan kemerdekaan dalam bingkai Persatuan Indonesia terhadap bangsa-bangsa yang ada begitu sangat nyata. Ancaman tersebut diwarnai oleh dua basis besar. Basis yang berlandaskan semangat kedaerahan dan berbasis ideologis. Ancaman tersebut diwujudkan dalam bentuk – yang dapat disebut – pemberontakan.

Pemberontakan-pemberontakan yang diketahui melaui catatan sejarah antara lain Pemberontakan PKI DI Madiun, Pemberontakan Permesta, DI/TII, PRRI, dan masih kontroversial Pemberontakan G30S/PKI.

Selain pemberontakan-pemberontakan tersebut di era awal Indonesia Merdeka juga menghadapi perjuangan yang cukup sengit saat menghadapi kolonial Belanda yang ingin kembali menguasai Indonesia, sehingga peristiwa ini melahirkan dua hal yaitu Hari Pahlawan Nasional tanggal 10 November dan Resolusi Jihad yang dikumandangkan oleh para Ulama di Kota Surabaya.

Peristiwa-peristiwa di atas telah menjadi dialektika terbentuknya kesadaran yang kuat terhadap satu bangsa yaitu Bangsa Indonesia tanpa menghilangkan warisan budaya dari bangsa sebelumnya. Dialektika terbentuknya kesadaran bangsa yang satu dan kuat ini melanjutkan kesadaran satu bangsa di era Sriwijaya dan Majapahit.

Awal Indonesia Merdeka, juga membentuk sebuah proses sistem politik yang ideal untuk mengakomodir berbagai kepentingan dari seluruh anak bangsa dengan pondasi kesepakatan untuk mufakat sebagaimana yang disampaikan Bung Karno pada Pidato 1 Juni 1945 tentang Dasar Indonesia Merdeka.

Pada era ini, sistem politik dan pemerintahan begitu dinamis. Ada beberapa sistem pemerintahan yang pernah diadopsi oleh Pemerintah Republik Indonesia di bawah Presiden Soekarno, seperti Sistem Presidential, Parlementer, Demokrasi Liberal, Konstituante dan terakhir Demokrasi Terpimpin.

Ide-ide sistem pemerintahan yang berlandaskan mufakat yang sangat dinamis ini tidak terlepas dari dinamika kesadaran berbangsa yang juga masih sangat dinamis (lihat peristiwa-peristiwa pemberontakan). Namun demikian, di era ini tercatat, walau hanya satu kali, pernah menyelenggarakan Pemilu yang diyakini sangat demokratis pada tahun 1955.

Dinamika sistem politik dan pemerintahan di era Orde Lama dapat dikatagorikan sebagai proses pendewasaan menuju Indonesia yang demokratis.