Era Reformasi ; Titik Awal Kesadaran Satu Bangsa
Sisi gelap Orde Baru menghantarkan dinamika yang memperkuat kesadaran kebangsaan, ekonomi dan politik menjadi dinamis kembali.
Sistem Pemilu kembali membuka ruang kepada siapapun untuk ikut ambil bagian dalam setiap sisi pemerintahan dengan sebuah catatan bahwa sistem demokrasi yang dipilih menganut sisi liberalisme. Namun demikian pilihan sistem ini mampu mengakomodir berbagai kepentingan ideologis dan semangat kedaerahan.
Untuk sektor ekonomi, secara lamban namun pasti akan membentuk sebuah pondasi ekonomi yang berbasis kemandirian dengan memperkuat keterlibatan masyarakat melalui UMKM. Pemerintah pun mulai serius membangun sistem keterlibatan produk-produk UMKM dalam setiap proses penggunaan anggaran untuk pembangunan melalui sistem E-Katalog
Sementara, sistem pengawasan untuk tidak masuk semakin dalam kesisi gelap pandemi KKN, pemerintah terus memperkuat lembaga-lembaga yudikatif dan termasuk KPK, walau aspek prestasi kerjanya masih harus terus dievaluasi.
Implementasi seluruh agenda reformasi menjadi bukti bahwa proses kesungguhan warga bangsa-bangsa di Indonesia menjadi satu kesadatan yang sama yaitu satu bangsa Indonesia adalah sebuah kenyataan yang begitu kuat.
Penutup
77 tahun Indonesia Merdeka masih sangat dinamis terus berproses menuju penguatan nilai-nilai kebangsaan dan demokrasi. Potensinya begitu besar sebab warga bangsa Indonesia senantiasa belajar dari sejarahnya.
Seluruh tapak sejarah dinamika politik dan ekonomi telah menggiring sebuah kesadaran untuk menjadi dan memperkuat kesadaran menjadi satu bangsa, bangsa Indonesia.(Penulis Adalah Wakil Ketua DPRD PDI Perjuangan Sumut)







