MEDAN | Ketua Pengurus Wilayah Al Washliyah (PW Al Washliyah) Sumatera Utara, Dr H Dedi Iskandar Batubara SSos SH MSP MH mengatakan Al Washliyah terus berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan negara khususnya yang menjadi amal ittifaq Al Washliyah antara lain Pendidikan, Dakwah, Amal Sosial, dan Pemberdayaan ekonomi umat.
Hal itu ditegaskan Dedi Iskandar Batubara (DIB) saat menyampaikan sambutan pada pelantikan PW Al Washliyah Sumut periode 2025-2030 di Danau Toba Convention Hall, Kota Medan, Ahad (20/4/2025).
Pelantikan sekaligus Halal Bihalal Idul Fitri 1446 H ini dihadiri Ketua Umum PB Al Washliyah Dr H Masyhuril Khamis SH MM didampingi Sekretaris Jenderal PB Al Washliyah Dr Ir H Amran Arifin MM MBA, Kakanwil Kemenag Sumut H Ahmad Qosbi SAg MM, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso, Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian, serta para alim ulama Al Washliyah diantaranya KH Zulfikar Hajar, Dr H Asro, Prof Dr H Fahrudin Azmi MA, dan KH Amirudin MS.
Hadir pula mantan Ketua PW Al Washliyah Sumut Prof Dr Saiful Ahyar Lubis MA, Rektor Univa Medan, Rektor UMN Al Washliyah, kepala sekolah dan guru-guru Al Washliyah, Organ Bagian dan Majelis/Badan/Lembaga PW Al Washliyah Sumut, PD Al Washliyah se-Sumut, Gubsu yang diwakili Kepala Kesbangpol Linmas Mulyono, dan mewakili Kapolda Sumut.
DIB yang juga senator asal Sumut terpilih kembali didampingi Sekretaris Alim Nur Nasution dan Bendahara Dedi Iskandar SE menambahkan, pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota akan menjadi mitra terbaik bagi Al Washliyah untuk menjalankan program kerjanya.
“Periode ini sangat penting bagi pengurus wilayah, dengan tagline hari ini ‘Akselerasi Peran & Fungsi Al Washliyah Menuju Sumatera Utara yang Unggul, Maju, dan Berkelanjutan.’ Akselerasi Jilid II. Kita sudah melakukan percepatan dalam pengelolaan dan pelaksanaan program organisasi pada lima tahun pertama, dan berdasarkan keputusan muswil lalu saya diamanahkan kembali untuk mengurus PW Al Washliyah Sumut bersama dengan 45 orang teman-teman,” sebutnya.
Namun begitu, Al Washliyah pada tahun ini akan berusia 95 tahun, siap memberikan saran, kritik, dan pandangan yang membangun terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai keliru.
“Dengan pemerintah provinsi juga selama ini hubungan baik yang sudah terjaga tentu ini akan dirawat dengan baik karena tidak mungkin negara dan bangsa ini akan diurus secara parsial oleh kelompok dan orang tertentu saja. Sebab bangsa dan negara ini terlalu besar dan kita harus mengambil peran. Setingkat cleaning service di hotel mempunyai peran yang sangat besar untuk pembangunan bangsa dan negara ini,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, DIB juga menyebutkan bahwa berdasarkan hasil Rakerwil pada Sabtu (19/4/2025), diputuskan bahwa pelaksanaan HUT ke-95 Al Washliyah akan dipusatkan di Kabupaten Batu Bara.
Dia juga memohon maaf jika ada kader-kader terbaik Al Washliyah Sumut belum masuk dalam kepengurusan, namun demikian akan diakomodir di tempat yang lain.
“Sebab, di Washliyah ini bukan soal posisi, tetapi soal kontribusi,” ujarnya.
Pada kesempatan itu Ketua Umum PB Al Washliyah Masyhuril Khamis mengajak seluruh kader untuk membantu kepengurusan Al Washliyah Sumut saat ini dalam hal program kerja.
“Untuk kepengurusan yang dilantik periode ini merupakan kader-kader terbaik Al Washliyah, ada 14 doktor dan saya tidak mengajarkan limau berdiri, namun saya yakin mampu berjalan mengemban amanah yang besar di Sumut,” harapnya.
Masyhuril Khamis juga menyampaikan agar Al Washliyah harus membuat program dengan melihat kondisi yang ada.
“Kita teguhkan penguatan akhlak bangsa. Kalau pejabat kita sudah mengatakan penguatan pendidikan akhlak bangsa itulah solusi hari ini. Itulah yang saya tunggu. Sebenarnya tagline Rakernas nanti juga adalah penguatan pendidikan akhlak bangsa,” sebutnya.
Masyhuril Khamis mengungkapkan bahwa PB Al Washliyah pada 25-28 April 2025 akan menggelar Rakernas. Kegiatan itu akan dihadiri oleh Pengurus Wilayah dari 35 provinsi. “Dari 38 provinsi, kita sudah memiliki 35 pengurus wilayah, tinggal 3 provinsi lagi yang belum yakni Papua Pedalaman, Papua Selatan, dan Papua Tengah,” katanya.
Pelantikan sekaligus Halal Bihalal juga diisi taushiyah oleh Ustaz Abdul Latief Khan. Dalam taushiyahnya dia mengingatkan bahwa Al Washliyah tidak akan hidup zaman berzaman kalau kader dan pengurus yang dilantik masih berpikir tentang perutnya, bukan hatinya.
“Saya mencoba menerawang lebih jauh yang sama temukan satu bahwa orang tua kita dahulu, ulama kita dahulu mereka tidak bicara tentang citra mereka, zaman itu bukan zaman sosmed tapi nama mereka hidup sampai hari ini, zaman itu tidak ada Facebook, Instagram, TikTok, tapi ceramah mereka masih hidup sampaikan sekarang. Kenapa? Mereka melakukan itu cuma karena satu yakni karena Allah saja. Dan karena Allah, Washliyah bisa menjadi jejaring yang menghubungkan dan mempersatukan,” tegasnya. (OM-03)
Teks Foto:







