Untuk itu menurut Jonizar mereka sengaja mengundang sejumlah wartawan siang ini termasuk beberapa Wartawan yang telah memuat berita percakapan klienya, guna menyampaikan klarifikasi dan bantahan . meskipun beberapa wartawan yang telah memberitakan percakapan ini tidak datang.
“Saya berharap masalah ini dapat diselesaikan dan tidak melebar kemana mana” kata Jonizar mengakhiri.
Sementara itu dr. Salomo secara panjang lebar menyampaikan materi permasalahan hingga percakapanya ini tanpa diketahui dan seizinya dibuat menjadi berita. Menurut doketr Patologi ini, Berangkat dari perjalanan karir nya dari mulai menjadi pegawai tidak tetap (PTT) saat daerah ini masih berada di Wilayah Deli Serdang hingga menjadi PNS di Serdang Bedagai.
Hal itulah yang kemudian membuat dirinya merasa bertanggung jawab atas kondisi di Serdang Bedagai termasuk kondisi penyebaran Covid 19 yang telah menyerang 32 tenaga kesehatan di RSUD Sultan Sulaiman (data per tanggal 20 Pebruari 2022).
Atas kondisi ini dirinya merasa kalut, dan menyampaikan curhat nya kepada beberapa wartawan ( tapi bukan untuk konsumsi berita ), apalagi dimasa Kepemimpinan sebelumnya, kasus Covid 19 di RSUD Sultan Sulaiman ini sepertinya dibungkus rapi dan tidak pernah dipublikasikan. Pelajaran di masa Kepemimpinan sebelumnya inilah kemudian yang membuat dirinya beranggapan bahwa sebagian oknum Wartawan bisa dibayar untuk tidak memberitakan kondisi sebenarnya, apalagi menurtnya, ia juga pernah menjadi korban kenakalan oknum Wartawan yang menuding nya pernah menjual darah.
“Jadi yang saya maksud sebagian oknum Wartawan yang bisa dibayar, bukan semua wartawan bisa dibayar . dan saya tau sebagian besar Wartawan di Serdang Bedagai ini mempunyai idialisme yang tinggi dalam menjalankan Profesinya” kata Salomo.
Untuk itu, atas kekhilafan ini, pria yang mengaku telah berusia 50 tahun ini meminta maaf atas kekhilafanya terutama kepada Wartawan yang bertugas di Serdang Bedagai.
Reporter: Pujianto







