PAPAK BHARAT | Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Utara bersama Anggota Komisi IX DPR RI menggelar Sosialisasi KIE dan Program Bangga Kencana di Kabupaten Pakpak Bharat tepatnya di Desa Boang Manalu Kecamatan Salak, Senin (17/10/2022).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI H. Ansory Siregar Lc dan Koordinator Bidang KS/PK, Dra. Lucy Destriaty.
Dalam sambutannya, Ansory menyampaikan betapa bahayanya Calon Pengantin (Catin) pria yang mempunyai kebiasaan merokok, yang notabene bukan hanya membahayakan diri mereka sendiri, namun juga orang di sekitarnya dengan resiko keterpaparan asap rokok tersebut.
Ia menyampaikan bahwa remaja putra saat ini tidak hanya ditingkat SMA, SMP pun sudah mulai merokok. Menurut nya, rokok merupakan gerbang menuju gaya hidup bebas yang berkaitan dengan narkoba, alkohol dan pergaulan bebas.
Menurut Anshory, asap rokok yang ditimbulkan ketika dihirup oleh seorang ibu yang sedang hamil secara tidak langsung dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan janin sehingga bayi yang dilahirkan dapat beresiko stunting.
“Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab kita semua dan seluruh lapisan masyarakat, harus terus berjuang memberikan pemahaman terkait bahaya rokok bagi remaja sedini mungkin, apalagi anak remaja putra nantinya akan menjadi seorang ayah yang harus menjaga dan melindungi anggota keluarga dari semua yang membahayakan terutama kesehatan ucapnya saat menjadi keynote speech pada kegiatan yang dihadiri sekitar 250 orang tersebut,” Jelasnya.
Hal tersebut juga diperkuat oleh koordinator KS/PK, Ibu Dra. Lucy Destriaty mengatakan bahwa kebiasaan merokok pada remaja akan terbawa sampai mereka menikah dan menjadi seorang ayah. Seorang ayah merokok di depan ibu yang sedang hamil akan sangat berbahaya dan sangat mengganggu terhadap perkembangan janin dalam kandungan.
“Oleh karenanya, diharapkan melalui kegiatan tersebut, warga Desa Boang Manalu dapat lebih memperhatikan gaya pergaulan anak remaja mereka dan memahami bahwa ada hal-hal yang harus diperhatikan saat akan memasuki jenjang pernikahan seperti usia ideal, kesehatan terutama kebiasaan merokok, juga kesiapan mental sebagai calon pengantin agar isterinya kelak melahirkan anak yang sehat,” katanya.
Selain itu Lucy Destriati menyinggung Program Pemerintan tentang Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting.
“Oleh karenanya sangat pentingnya memperhatikan kebersihan dan Sanitasi lingkungan yang baik oleh semua keluarga di Desa Boang Manalu, karena resiko stunting, sangat dipengaruhi oleh selain Gizi Spesifik juga Gizi Sensitif melalui air minum dan sanitasi lingkungan yang sehat, agar anak2 kita terhindar dari kasus lahir stunting. Pola asuh, asupan gizi yg cukup dan sanitasi yang baik pada keluarga, dapat menurunkan prevalensi stunting di Provinsi Sumatera Utara khususnya di Kecamatan Salak,” ujarnya. (Red)







