Medan  

Tumpukan Sampah di Drainase Sebabkan Pasar III Datuk Kabu Terendam Banjir

Sejumlah pengendara melintasi genangan air akibat drainase tidak mengalir dengan baik yang di sebabkan tumpukan sampah di jalan Datuk Kabu Pasar III Tembung Kabupaten Deli Serdang. Kamis (16/10/2025) Orbitdigital/Iwan gunadi

DELI SERDANG | ‎Tingginya curah hujan pada Rabu (15/10) malam hingga pagi Kamis (16/10/2025) menyebabkan  sebagian wilayah Deli serdang kebanjiran salah satu titik lokasi terdampak di Jalan Datuk Kabu Pasar III Kabupaten Deliserdang.

Penyebab terjadinya banjir diakibatkan buruknya drainase yang dipenuhi sampah hingga menutupi seluruh drainase. Serta tumbuhnya semak dan rerumputan di parit tersebut

Dari pantauan Orbitdigital pada Kamis (16/10/2025) siang, terlihat tumpukan sampah yang didominasi pelastik, styrofoam serta rerumputan semak  memenuhi drainase. Sehingga membuat debit air tidak berjalan dengan baik. Menyebabkan air meluap menggenangi  Jalan Datuk Kabu dan menghalangi aktivitas warga yang melintas.

Dugaan sementara sampah tersebut merupakan kiriman yang hanyut  dari pajak (pasar) yang tidak jauh dari lokasi tumpukan.

Rahel Alafi salah seorang warga yang memiliki usaha bengkel motor tepat berada dekat tumpukan sampah tersebut mengatakan hal tersebut membuat tidak nyaman dan sangat menggangu.

“Kemaren malam kan hujan deras  menyebabkan sampah jadi bertumpuk yang dibuang oleh oknum masyarakat.  Sebenarnya masalah sampah ini sudah biasa, bahkan sudah dibersihkan beberap kali. Sempat juga dibersihkan oleh komunitas aksi bersih pandawara regu sekitar 2 bulan yang lalu. Namun sampahnya datang kembali,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan sampah tersebut  kemungkinan berasal dari pajak ataupun sampah dari oknum masyarakat yang tidak kita kenal membuang sembarang.

“Akibat tumpukan sampah tersebut aktivitas warga  pun menjadi terganggu dengan aroma bau tidak sedap. Juga buat yang berdagang makanan di sekitar merasa sangat tidak nyaman,” tegasnya.

Kesadaran Warga

Sementara Kepala Dusun (Kadus) 16 Datuk Kabu Abdul Rohman menyampaikan permasalahan sampah sudah sering terjadi di lingkungannya.

“Terkait masalah sampah yang menyebabkan terjadinya banjir menggenangi jalan, warga sudah resah dengan maraknya berdiri kios pajak di sepanjang datuk kabu.”

Ia mengatakan akar masalah banjir yakni sampah buangan dari pajak, sebutnya.

“Jadi yang perlu dibersihkan pajaknya, karena tidak ada pengelolahan sampah di pajak itu. Di depan mata saya para pedagang membuang sampah ke parit,” jelasnya.

Pengendara melintas jalan Pasar III Datuk Kabu, sementara di sebelahnya merupakan drainase yang tersumbat akibat tumpukan sampah plastik maupun streofoam. Kamis (16/10/2025). Tumpukan sampah tersebut mengakibatkan banjir. Orbitdigital/Iwan Gunadi

Kadus yang sudah menjabat 9 tahun tersebut  juga mengatakan pernah melakukan pembersihan lokasi tumpukan sampah  bersama kepala desa.

“Sempat juga berkoordinasi bersama kepala desa untuk turun membersihkan sampah itu, namun secara manual. Hal tersebut saya rasa sia-sia karena sampah tersebut sudah menggunung dan beranak pinak.”

Dulunya sempat dilakukan pengerukan sepanjang 15 meter saja  namun tidak juga berarti.

Kadus yang mewakili warga sekitar berharap kepada Camat Percut Seituan serta Bupati Deliserdang   untuk melakukan langkah penanganan agar sampah tidak kembali menumpuk dan banjir pun tidak terulang kembali, katanya. (OM/011)